alexametrics

Setrika Arang yang Dulu Hits Kini Jadi Souvenir dan Pajangan Rumah

Baca Lainnya

Radio Transistor Membangkitkan Cerita Lama

RADARSEMARANG.ID - Perangkat komunikasi ini berbentuk portable kecil. Pernah berjaya di tahun 1960 sampai 1970-an. Menjadi bagian sejarah pada...

Mainan Jadul Menyimpan Berjuta Kenangan

RADARSEMARANG.ID - Mainan zaman dulu (jadul) kini mulai tren kembali di kalangan masyarakat. Banyak orang yang berburu mainan tersebut...

Tetap Setia dengan Game Konsol, Tiga Hari Sekali Bersihkan Kaset

RADARSEMARANG.ID - Generasi 80-90-an pasti tak asing dengan game konsol. Jauh sebelum game online marak dan digandrungi semua orang,...

RADARSEMARANG.ID – Setrika arang dulu menjadi kebutuhan primer ibu rumah tangga. Fungsinya untuk merapikan baju agar tidak kusut. Kini barang ini hanya jadi pajangan di rumah-rumah mewah dan kolektor barang antik.

Setrika arang yang sudah langka itu, masih berderet di kios penjual barang antik di Galeri Industri Kreatif di Kota Lama Semarang. Dari kejauhan, sudah tampak beratnya jika dijinjing.

Setrika ini rata-rata terbuat dari kuningan. Beratnya ada yang 25 kg, 20 kg, 10 kg, bahkan yang paling ringan saja 3 kg. Bisa dibayangkan, beratnya masyarakat zaman dulu untuk bisa memiliki baju rapi. Harus menyetrika dengan tenaga ekstra.

Selain itu, orang zaman dulu harus memiliki banyak setrika, jika ingin baju satu lemari rapi semua. Sebab, antara baju yang tebal dan tipis membutuhkan jenis setrika yang beda-beda. “Hebatnya orang zaman dulu, kalau mau menyetrika disesuaikan dengan kebutuhan. Jadi mereka tak hanya memiliki satu setrika, tapi berbagai jenis berat setrika,” kata Ketua Galeri Industri Kreatif Kota Lama Ahmad Arifin.

Awal mula bentuk setrika seperti alat pres. Kedua sisi atas dan bawah merupakan permukaan yang panas. Kemudian sekitar 1700, model setrika arang mulai digunakan. Tahun 1700, bangsa Tiongkok mulai menggunakan setrika gosok. Itu jadi awal mula bentuk setrika sekarang. “Dulu bentuknya mangkok baja dengan alas datar kemudian diberi tangkai kayu, jadi baranya di atas mangkok,” ujar Arifin kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Setelah itu bentuk setrika mengalami perubahan menjadi lebih sederhana. Model setrika tersebut memiliki nama Sadiron. Berbentuk seperti setrika saat ini namun terbuat dari bahan besi baja. “Kalau sadiron bentuknya sudah seperti setrika sekarang tapi tidak pakai bara lagi. Jadi tinggal dipanaskan di tungku atau perapian. Kalau sudah panas baru bisa dipakai,” jelas pemilik Pino Art Galeri ini.

Di kalangan kolektor, kini harga jual setrika arang beragam. Mulai dari harga Rp 200.000 hingga jutaan rupiah.

Penggunaan setrika arang sebagai bahan koleksi pun juga beragam. Memiliki bentuk yang cukup unik, setrika arang ini dimodifikasi sebagai souvenir dan pajangan. Misalnya dengan menambahkan lapisan emas, corak warna ataupun dibentuk variasi ukuran dari yang paling kecil, sedang, hingga besar.

Variasi bentuk yang berbeda dari masa ke masa membuat setrika arang banyak diminati kolektor barang antik. Mengoleksi setrika arang ini sebagai bukti sejarah perkembangan dari model setrika dari masa ke masa. Hal ini dikarenakan setrika arang sudah tidak diproduksi lagi sejak hadirnya setrika listrik yang sekarang. (mg1/mg3/ton/bas)

Lainnya

Radio Transistor Membangkitkan Cerita Lama

RADARSEMARANG.ID - Perangkat komunikasi ini berbentuk portable kecil. Pernah berjaya di tahun 1960 sampai 1970-an. Menjadi bagian sejarah pada...

Mainan Jadul Menyimpan Berjuta Kenangan

RADARSEMARANG.ID - Mainan zaman dulu (jadul) kini mulai tren kembali di kalangan masyarakat. Banyak orang yang berburu mainan tersebut...

Tetap Setia dengan Game Konsol, Tiga Hari Sekali Bersihkan Kaset

RADARSEMARANG.ID - Generasi 80-90-an pasti tak asing dengan game konsol. Jauh sebelum game online marak dan digandrungi semua orang,...

Walkman, Pemutar Musik Asyik Era 90-an

RADARSEMARANG.ID - Walkman, sempat tren di tahun 1990-an. Digemari anak-anak muda hingga orang tua. Dengan  pemutar audio portabel itu...

Sensasi Cethak Cethuk Mesin Ketik

RADARSEMARANG.ID - Alat tulis model lama ini makin menghilang. Suara cethak cethuk tombol mesin ketik di perkantoran pun nyaris...

Merawat Sisa Kejayaan Roll Film

RADARSEMARANG.ID - Saat ini istilah 'cuci film' memang sudah asing di telinga. Terutama bagi kalangan milenial. Ya, aktivitas mengubah...

Terbaru

Para Ahli Pastikan Vaksin yang Digunakan Aman dan Efektif

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA-Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan pernyataan dan terus menerus menekankan bahwa dalam hal penyediaan vaksin COVID-19, harus dipastikan...

Simpan Piala Anugerah Jawa Pos Radar Semarang di Lemari Kaca

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Piala Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2020 yang baru saja diterima Habib Luthfi dari Jawa Pos Radar Semarang, ternyata langsung disimpan...

Ini Kue Suguhan Habib Luthfi saat Terima Jawa Pos Radar Semarang

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (24 Novembeer 2020), memberikan apresiasi bertitel Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2020 kepada KH Habib Muhammad...

Persiapan BKO, Polres Salatiga Gelar Latihan Dalmas

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Menjelang Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020 yang akan dilaksanakan 9 Desember 2020 mendatang, Personil Polres Salatiga akan di BKO (Bantuan Kendali...

Petugas Sortir dan Pelipat Surat Suara Tak Boleh Buta Warna

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang menggelar tes buta warna. Tes tersebut ditujukan untuk 50 orang calon tenaga sortir dan pelipat...

Populer

Pemerintah Buka Lowongan Sejuta Guru PPPK, Gaji Rp 4,06 Juta

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA  – Pemerintah akan menambah jumlah guru di sekolah-sekolah negeri. Caranya, membuka rekrutmen guru kontrak berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Kuota...

Sabar atas Cobaan, Tafsir Surah Al-Baqoroh 153-157

“YĀ ayyuhallażīna āmanusta'īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma'aṣ-ṣābirīn (Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar) (QS Al...

Bangga Menjadi Agen Koran

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Saat didatangi, Nuriyanto tengah sibuk menyiapkan laporan akhir bulan penjualan koran. Rumahnya di Jalan Gaharu Utara 74 A, Kelurahan Srondol Wetan...

Wanita Perlu Berkarir

RADARSEMARANG.ID, Wanita perlu berkarir. Itu bukan tabu. Setidaknya itu yang dijalani Anis Setyaningrum saat ini. Anis - sapaan akrabnya—mengatakan, jika era emansipasi wanita haruslah...

Jelajahi Kotamu dan Abadikan Momen Akhir Tahun 2020

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA – Liburan dalam kota menjadi salah satu aktivitas yang popularitasnya sedang naik daun saat ini. Dengan keterbatasan traveling ke luar negeri, banyak masyarakat...

Random

Sektor Pariwisata Jawa Tengah Rugi Rp 33 Miliar

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Badan Otorita Borobudur (BOB) mencatat sektor pariwisata di Jawa Tengah merugi sekitar Rp 33 miliar sejak awal 2020 sampai Maret. Kondisi...

Membawakan Musik Puisi, Banyak Berkisah Tentang Kegalauan Terhadap Sebuah Pertanyaan

RADARSEMARANG.ID - Biscuittime adalah satu dari sedikit grup akustik di Semarang yang mengusung konsep musik puisi. Pada mulanya, lirik dari karya musik mereka berasal...

Awali Buat Target dan Pecahkan Persoalan

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Untuk menjadi pengusaha, bisa mengawalinya dengan membuat target dan memecahkan persoalan di lingkungan sekitar. Dan harus berani jatuh bangun, tapi cepat...

Dorong BPK Tingkatkan Kinerja

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Badan Akuntabilitas Publik Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (BAP DPD RI) mendorong Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) meningkatkan kinerja sesuai tugas pokok dan fungsi...

Lima M dalam Pembelajaran di dalam Masa Pandemi

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN merupakan proses pemartabatan manusia menuju puncak optimasi potensi kognitif, afektif, dan psikomotorik yang dimilikinya. Pendidikan adalah proses membimbing, melatih dan memandu manusia...
%d blogger menyukai ini: