alexametrics

Merawat Sisa Kejayaan Roll Film

Baca Lainnya

Radio Transistor Membangkitkan Cerita Lama

RADARSEMARANG.ID - Perangkat komunikasi ini berbentuk portable kecil. Pernah berjaya di tahun 1960 sampai 1970-an. Menjadi bagian sejarah pada...

Mainan Jadul Menyimpan Berjuta Kenangan

RADARSEMARANG.ID - Mainan zaman dulu (jadul) kini mulai tren kembali di kalangan masyarakat. Banyak orang yang berburu mainan tersebut...

Tetap Setia dengan Game Konsol, Tiga Hari Sekali Bersihkan Kaset

RADARSEMARANG.ID - Generasi 80-90-an pasti tak asing dengan game konsol. Jauh sebelum game online marak dan digandrungi semua orang,...

RADARSEMARANG.ID – Saat ini istilah ‘cuci film’ memang sudah asing di telinga. Terutama bagi kalangan milenial. Ya, aktivitas mengubah film yang baru diekspos agar bisa dilihat dengan mata telanjang tersebut memang sudah jarang dilakukan. Seiring dengan menurunnya tren penggunaan kamera analog di masyarakat.

Teknologi digital yang makin berkembang membuat bisnis cuci film tegerus. Bahkan gulung tikar. Di Semarang sendiri hanya ada satu yang bertahan. Yakni Fotogra.film Lab. Berlokasi di Jalan Argopuro Nomor 21, Gajahmungkur, Semarang lab ini, menjadi salah satu tujuan bagi penggemar setia kamera analog untuk mencuci film hasil jepretan mereka. Dibanding harus mengirimkan ke Jakarta yang tentu membutuhkan biaya tidak sedikit.

Pengelola Fotogra.film Lab, Gizska Jati Parama mengatakan, saat ini memang sedikit orang yang tertarik membuka lab cuci foto. Meski pangsa pasar pada 2020 ini kamera analog dan cuci film mulai tren kembali pada generasi milenial, namun hal tersebut bukan menjadi jaminan daya tarik. Alhasil dari tahun 2018 sampai sekarang hanya dirinya lah yang membuka film lab di Semarang.”Ya cuma kita satu-satunya. Jadi kadang dari daerah sekitar Semarang juga mencucinya di sini,” ujarnya.

Sebenarnya tidak ada yang berbeda. Terkait proses mencuci film dari dulu dan sekarang. Dari proses mengeluarkan film, merapikan film. Termasuk proses merendam pita film dalam empat cairan seluloid, yakni developer, stop bath, fixer dan air pun masih sama.

“Yang membedakan hanya lab film dulu memfasilitasi untuk cetak foto juga. Sedangkan saat ini lebih banyak masyarakat meminta hasil scan gambar. Yang lebih memudahkan mereka untuk memposting hasil gambar ke sosial media,” terangnya.

Hanya saja, Giezka menyadari memang ada kendala yang menghalangi masyarakat menggiatkan kembali usaha lab film. Salah satunya terkait keterbatasan teknisi dan modal yang besar. Pasalnya alat yang digunakan mulai dari proses pengambilan film, mencuci hingga men-scan gambar tidak lah murah. Butuh teknisi yang memang paham merawat mesin tersebut. Sayangnya saat ini teknisi mesin cuci film sangat minim. Bahkan menurutnya di Jakarta hanya ada satu teknisi yang menangani beberapa lab di sana.

“Katakanlah modal bisa dicari. Tapi teknisi mencarinya di mana. Itu yang akhirnya membuat banyak orang enggan kembali membuka lab cuci foto,” tandasnya.

Meski saat ini dirinya mendominasi pasar cuci film di Semarang, Giezka justru berharap ada beberapa pihak yang tertarik membuka bisnis film lab. Menurutnya, kehadiran kompetitor justru dapat meningkatkan kualitas. Adanya persaingan membuatnya dapat berkembang dan berkarya lebih baik lagi. Jika jadi pemain tunggal seperti saat ini, ia mengaku stuck. Ia tidak dapat mengukur apalagi yang bisa di-upgrade terkait kualitas jasa yang ditawarkan.

“Dibanding jadi pemain tunggal, saya justru berharap di Semarang ada kompetitor. Karena saya menganut adanya persaingan bisa membuat kita lebih berkembang,” tegasnya.

Sebagai upaya mengembalikan popularitas tren cuci film, Giezka bersama tim Fotogra Foto tidak sungkan berbagi ilmu. Terkait jenis kamera analog dan teknik cuci foto. Karena dari awal membuka bisnis, mereka mengaku memang memiliki misi edukasi. Untuk membuat masyarakat paham bagaimana proses dari awal kamera analog memotret gambar hingga akhirnya film di cuci untuk mendapat hasil gambar. Sehingga siapa pun pengguna analog dapat merasa puas dengan hasil karya mereka. Yang kabarnya hasil analog lebih unggul di beberapa warna yang tidak dimiliki pada hasil kamera digital. (akm/zal/bas)

 

Lainnya

Radio Transistor Membangkitkan Cerita Lama

RADARSEMARANG.ID - Perangkat komunikasi ini berbentuk portable kecil. Pernah berjaya di tahun 1960 sampai 1970-an. Menjadi bagian sejarah pada...

Mainan Jadul Menyimpan Berjuta Kenangan

RADARSEMARANG.ID - Mainan zaman dulu (jadul) kini mulai tren kembali di kalangan masyarakat. Banyak orang yang berburu mainan tersebut...

Tetap Setia dengan Game Konsol, Tiga Hari Sekali Bersihkan Kaset

RADARSEMARANG.ID - Generasi 80-90-an pasti tak asing dengan game konsol. Jauh sebelum game online marak dan digandrungi semua orang,...

Walkman, Pemutar Musik Asyik Era 90-an

RADARSEMARANG.ID - Walkman, sempat tren di tahun 1990-an. Digemari anak-anak muda hingga orang tua. Dengan  pemutar audio portabel itu...

Sensasi Cethak Cethuk Mesin Ketik

RADARSEMARANG.ID - Alat tulis model lama ini makin menghilang. Suara cethak cethuk tombol mesin ketik di perkantoran pun nyaris...

Setrika Arang yang Dulu Hits Kini Jadi Souvenir dan Pajangan Rumah

RADARSEMARANG.ID - Setrika arang dulu menjadi kebutuhan primer ibu rumah tangga. Fungsinya untuk merapikan baju agar tidak kusut. Kini...

Terbaru

Para Ahli Pastikan Vaksin yang Digunakan Aman dan Efektif

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA-Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan pernyataan dan terus menerus menekankan bahwa dalam hal penyediaan vaksin COVID-19, harus dipastikan...

Simpan Piala Anugerah Jawa Pos Radar Semarang di Lemari Kaca

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Piala Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2020 yang baru saja diterima Habib Luthfi dari Jawa Pos Radar Semarang, ternyata langsung disimpan...

Ini Kue Suguhan Habib Luthfi saat Terima Jawa Pos Radar Semarang

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (24 Novembeer 2020), memberikan apresiasi bertitel Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2020 kepada KH Habib Muhammad...

Persiapan BKO, Polres Salatiga Gelar Latihan Dalmas

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Menjelang Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020 yang akan dilaksanakan 9 Desember 2020 mendatang, Personil Polres Salatiga akan di BKO (Bantuan Kendali...

Petugas Sortir dan Pelipat Surat Suara Tak Boleh Buta Warna

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang menggelar tes buta warna. Tes tersebut ditujukan untuk 50 orang calon tenaga sortir dan pelipat...

Populer

Pemerintah Buka Lowongan Sejuta Guru PPPK, Gaji Rp 4,06 Juta

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA  – Pemerintah akan menambah jumlah guru di sekolah-sekolah negeri. Caranya, membuka rekrutmen guru kontrak berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Kuota...

Sabar atas Cobaan, Tafsir Surah Al-Baqoroh 153-157

“YĀ ayyuhallażīna āmanusta'īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma'aṣ-ṣābirīn (Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar) (QS Al...

Bangga Menjadi Agen Koran

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Saat didatangi, Nuriyanto tengah sibuk menyiapkan laporan akhir bulan penjualan koran. Rumahnya di Jalan Gaharu Utara 74 A, Kelurahan Srondol Wetan...

Wanita Perlu Berkarir

RADARSEMARANG.ID, Wanita perlu berkarir. Itu bukan tabu. Setidaknya itu yang dijalani Anis Setyaningrum saat ini. Anis - sapaan akrabnya—mengatakan, jika era emansipasi wanita haruslah...

Jelajahi Kotamu dan Abadikan Momen Akhir Tahun 2020

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA – Liburan dalam kota menjadi salah satu aktivitas yang popularitasnya sedang naik daun saat ini. Dengan keterbatasan traveling ke luar negeri, banyak masyarakat...

Random

Langgar Aturan, Enam Tower Telekomunikasi Disegel

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Tim Pengawasan dan Pengendalian Menara Telekomunikasi (TP2MT) Kabupaten Magelang Senin (22/6/2020) menertibkan sejumlah menara telekomunikasi yang melanggar izin. Jumlah ini dimungkinkan...

Siapkan Generasi Emas Kota Magelang

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG - Pemkot Magelang makin getol menyiapkan generasi emas 2045 di Kota Magelang melalui berbagai acara literasi. Selain itu, menjadikan perpustakaan daerah sebagai...

Pasar Kobong Kembali Dibuka, Protokol Kesehatan Belum Berjalan Baik

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pasar Rejomulyo atau yang lebih dikenal dengan Pasar Kobong Semarang kembali dibuka. Setelah sepekan ditutup karena ditemukannya klaster baru Covid-19 pada...

Reformasi Birokrasi jadi Keharusan

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Tidak seperti dinosaurus yang tidak mampu beradaptasi dengan perubahan zaman sehingga menemui kepunahan, Pemerintah diharapkan untuk mampu beradaptasi dengan kemajuan zaman. Reformasi...

Perempuan Harus Bisa Kelola Medsos

RADARSEMARANG.ID, ERA milenial, era media sosial (medsos), seorang perempuan jangan gampang termakan kabar dari medsos. Bagi Kharin Putri, 23, perempuan harus bisa mandiri dan...
%d blogger menyukai ini: