alexametrics

Spesialis Band Opening, MDGSKR Reggae Salatiga Sudah Rilis Empat Lagu

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Terinspirasi film Madagascar, tujuh pemuda di Salatiga membentuk sebuah band. Namanya MDGSKR Reggae. Dengan genre musik reggae yang lebih banyak diterima berbagai kalangan. Band ini kerap tampil bareng bersama artis papan atas.

“Tampil bareng artis, sering. Kita juga menjadi opening seperti band Killing me inside, Bravesboy, Rocket Rocker, Souljah dan Dhyo Haw,” ungkap personil MDGSKR, Aldo kepada Jawa Pos Radar Semarang.

MDGSKR terbentuk di Salatiga 4 Juni 2016. Ada tujuh orang personil MDGSKR. Yakni yakni Rio (vocalist), Agung (guitar 1), Irham (guitar 2), Ulinnuha (drum), Vicky (keyboard), Dimas (percussion), termasuk Aldo pencabik bass.

“Awal terbentuk band dipelopori Ulin dengan vokalis yang dulu. Setelah teman-teman yang lain mulai masuk. Seiring berjalannya waktu gonta-ganti personil, terutama di vocalis, akhirnya kita utuh bertujuh dengan formasi saat ini,” ujarnya.

Baca juga:  Pulih Kembali, Respons Keterpurukan Masyarakat

Nama Madagaskar sengaja dipilih karena menyuguhkan kisah menarik. Dimana dalam film itu banyak jenis hewan tetapi mereka bisa  menjadi satu. “Seperti halnya kita, dari banyaknya personil beda-beda, genrenya tapi bisa menjadi satu yaitu Reggae,” sambungnya.

Saat ini MDGSKR Reggae sudah memiliki empat lagu yang rencananya akan dibuat mini album. Lagu paling hits berjudul “Generation”. Lagu yang berdurasi empat menit enam belas detik ini juga sudah rilis dalam 1# album kompilasi Saru (Salatiga Reggae United).

Lagu ditujukan untuk para remaja agar terus bersemangat dan tidak terpuruk serta tidak tergilas zaman. “Sedangkan SARU itu komunitas reggae di Salatiga. Jadi banyak band lainnya yang bergenre reggae di Salatiga yang masuk di komunitas itu,” tambahnya.

Baca juga:  Ngerock Tapi Tetap Bawa Love

MDGSKR Reggae biasanya mengisi acara pensi SMA/SMK dan kampus-kampus di Salatiga dan sekitarnya. Tak hanya itu, grup band ini juga melakukan perform keluar kota, di Jawa Tengah.  Solo, Boyolali, Ambarawa, Semarang, Jogja, Pemalang. “Tampil bareng sama artis-artis, pernah jadi opening juga,” katanya.

Aldo berharap pemerintah Salatiga bisa menyediakan tempat untuk musisi Salatiga agar bisa berekspresi. Selama pandemi, MDGSKR Reggae tidak tinggal diam. Mereka fokus latihan di studio untuk terus mengasah kemampuan bermusiknya. “Saat ini kita mau fokus bikin album. Karena masih banyak PR untuk karya-karya kita,” tambahnya. (mha/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya