alexametrics

Gunakan Lirik Bahasa Jawa dengan Berbagai Genre

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Prasetya Sandy merupakan penyanyi solois Kota Semarang yang unik. Sebagian besar lagu yang dibawakan menggunakan lirik bahasa Jawa. Dengan keunikan tersebut justru membuat karyanya semakin digandrungi semua kalangan.

Dalam industri musik Sandy Petiz – begitu sapaan – akrabnya sudah tidak asing. Ia mengawali karir bernyanyi  dengan membuat group band Amee Is Back bersama teman-temannya 2003. Dari situlah, kemudian ia terus menyalurkan hobinya dalam bermusik. “Kemudian memilih vakum karena menikah tahun 2008.  Ya pilihan hidup,” aku Sandy Petiz kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Meski begitu, jiwa bermusik Sandy Petiz tidak pernah pudar. Tahun 2019 ia kembali memilih jalur yang ditekuninya ketika diminta salah satu personel band Distorsi Akustik untuk mengisi part dari lagu “Gema Yang Menuntun Kita Pulang”. “Bagaimanapun jiwa bermusik itu sudah ada dalam kehidupan. Begitu ditawari mas Viko saya oke saja,” tambahnya.

Baca juga:  Tambah 10, Total Ada 17 Pasien Covid-19 di Semarang yang Sembuh

Dari situ, Sandy Petiz kemudian memilih untuk menekuni musik solo. Agar berbeda, ia memilih menggunakan lirik lirik bahasa Jawa. Bukan kemudian fokus genre dangdut. Hanya lirik saja yang jawa, tetapi tetap beberapa menggunakan genre pop, rock, punk, serta ska. “Ternyata antusiasme masyarakat justru sangat besar terhadap lagu dengan lirik bahasa Jawa,” ujarnya.

Perjuangan yang dilakukan akhirnya membuahkan hasil. Sandy Petiz akhirnya resmi merilis sebuah single pertama berjudul Wedhus Tenan. Ia menjalin kerja sama dengan Nada Studio. Setelah lagu rilis, ia merasakan support yang luar biasa dari tetangga, teman, hingga perangkat desa. Mulai dari share lagu sampai membeli merchandise Sandy.  “Yang semakin membuat semangat lagu dengan lirik itu justru banyak digandrungi. Diputar dimana-mana, jadi semakin membuat semangat berkarya,” akunya.

Baca juga:  Sudah Sering Dirazia, Jukir Liar Kota Lama Semarang Kucing-kucingan

Sandy mengaku antusiasme masyarakat sangat besar dengan lagu jawa. Sebab, bahasa yang digunakan sangat familier dan mudah dinikmati. Meski lirik jawa tetapi dengan diiringan bermacam-macam genre. “Tidak harus dangdut, campursari atau koplo,” tambahnya.

Setelah diterima bagus di masyarakat, Sandy terus menyiapkan berbagai single. Sebelumnya sudah dirilis Wedus Tenan, Rap Bee, Sementara Tak Ngene Sek dan Sebuah Kata Cinta. Rencana kedepan ia sudah mempersiapkan rekaman ulang untuk single ketiga berjudul Gusti. “Sedang dipersiapkan, agar lebih bagus dan benar-benar bisa diterima di publik. Ini sebagai upaya terus melestarikan bahasa Jawa,” tambahnya. (mg2/mg3/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya