alexametrics

Udin Raharso Meluapkan Kekecewaan Lewat Lagu

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Musisi muda di Kota Semarang terus bangkit dan berkreativitas. Udin Raharso salah satunya. Pria berambut gondrong ini sudah menciptakan dan rilis dua single. Yaitu single berjudul A#U dan Pulang. Single ketiga mamamu mana masih proses vocal dan gitar

Di kancah musik, namanya semakin melejit. Single diusung dengan nama Band UDNLAR. Nama tersebut merupakan kata kependekandari nama panggilan. UDNLAR dibentuk dua tahun lalu.  “Sering kumpul di warung angkringan Angga. Bertemu dan ngobrol tentang musik. Ternyata banyak yang mensupport,” katanya.

Udin Larahan – begitu sapaan akrabnya- mengakui karirnya di dunia musik tidak lepas dari support teman-temannya. Yaitu Broery Prasetyo, Guitar, Angga Banana, Guitar, Fajar Hariadi, Bass, Arcito Bias, Drummer. Semua personil sudah telah memiliki band. “Dulu saya punya banyak lagu lalu diminta bikin project solo. Akhirnya terbentuk,” ujarnya.

Baca juga:  Kulikoffa, Si Penggemar Kopi Rilis Single Celah Asa

Lagu pertama dibuat tahun 2016 dan hanya dongkrok. Kemudian dibantu membuat video klip. Setelah dirilis banyak respon positif. Ia lantas melakukan rekaman dan sekarang sudah mempunyai empat lagu. Single A#U (nama binatang) menceritakan bentuk kekecewaan terhadap kekasih. Menjalin hubungan sudah lama tetapi kandas karena dikhianati. Kemudian diekspresikan dengan kekecewaan berlebihan.

“Jadi kalau pas nyanyi dengan ekspresi marah. Mengungkapkan rasa kekecewaan. Lagu ini harus bisa menyeimbangkan antara cinta dan benci. Jadi kalau berlebihan cinta tidak bagus, berlebihan benci juga tidak bagus,” akunya.

Lagu A#U berdurasi delapan menit dan sudah ada video klip. Lokasi pengambilan video klipnya berada di pergudangan daerah Cumi-Cumi, Barutikung, Semarang Utara.  Sedangkan single kedua ‘Pulang,’ tinggal pembuatan video clip. Sebenarnya sudah direncanakan matang, tapi agenda tercancel.  “Kalau Lagunya sudah rilis di sportiva, platform-platform musik. Januari atau Februari rencana bikin video clip,” tambahnya.

Baca juga:  Good Morning Everyone, Dua Belas Tahun Bertahan di Jalur Indie

UDNLAR mengusung musik dengan genre Rock N Roll.  Udin masih focus dan menyesuaikan budget Dana untuk penyelesaian pembuatan album.  Biasanya jika dapat job  disisihkan untuk bikin lagu single lagi. “Kalau sudah bisa single 10 lagu, kita bikin album. Kalau mentok gak punya dana ya mini album,”  akunya.

Lagu-lagu tersebut juga pernah dikenalkan melalui pentas panggung di Kota Semarang. seperti pentas di Kampung Bustaman, di Incubates Hutan Tinjomoyo, UTC Sampangan.  Sebelumya di sejumlah cafe dan gedung oudetrap Kota Lama. “Saat pandemi sempat manggung tapi virtual. Saya pribadi ingin agar musisi terus berkarya dan bisa meramaikan dunia musik tanah air,” tambahnya. (mha/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya