alexametrics

Sarkasme dengan Balutan Jazz dan Funk

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Lagu menjadi salah satu cara musisi untuk mengekspresikan diri dan bercerita. Begitupun rapper asal Semarang yakni Malik Ros. Ia menulis lagu-lagunya yang terinspirasi dari apa yang ia rasakan.

Pemilik nama asli Malik Aziz Roshadi ini merintis karir sebagai rapper dengan nama Malik Ros pada 2019 lalu. Awal mula karirnya pada tahun 2007 ia sempat memakai nama Greedys. Kemudian pada tahun 2016 ia sempat memiliki grup musik bernama Legit. Namun kini, lelaki kelahiran 20 Februari 1992 tersebut dikenal dengan nama panggung Malik Ros.

“Kalau latihan atau kalau manggung itu pasti aku sama timku. Tapi kalau rekaman dan produksi 75-80 persen biasanya aku handle sendiri,” ungkapnya. Adapun additional player  yakni Naufal Bahir sebagai keyboardis, Abraham Faus sebagai bassis, Aro Naufal sebagai drummer, dan Bajas P. sebagai gitaris.

Baca juga:  Prison of Blues, dari Temanggung Menuju Panggung Festival Musik Eropa

Karya-karya Malik Ros adalah musik dengan balutan jazz dan funk. Rapper sekaligus produser lagu ini menulis lagunya sendiri di sela-sela latihannya. Baginya, menulis lagu merupakan hal yang tidak mudah, namun bisa dibilang menyenangkan. “Lagu itu sebagai cara mengutarakan sesuatu tapi nggak secara gamblang. Ada seni di situ, kita harus pintar dalam pemilihan kosakata,” ujarnya.

Pesan Mama merupakan salah satu lagu yang menjadi titik balik bagi kehidupan Malik Ros. Terciptanya lagu itu, mengubah kehidupannya menjadi lebih baik. Lagu Pesan Mama dilatarbelakangi oleh sikap bandel Malik Ros kala itu. “Lagu itu semacam turning point buat aku, bahwa saat mamaku masih ada, aku nakal banget, dan sekarang mamaku udah nggak ada,” ungkapnya.

Baca juga:  Gitar Akustik dalam Pembelajaran Hukum Mersenne

Adapun lagu berjudul Congyangpolitan menceritakan tentang kota imajinasi yang mendewakan alkohol dan berada di Negara Kepolisian Republik Investor. Dengan adanya lagu tersebut, Malik Ros kemudian dilirik oleh salah satu brand asal Semarang bernama Horny Cupcakes yang akhirnya berkolaborasi dengan Malik Ros untuk membuat merchandise.

Sejauh ini Malik Ros sudah berhasil membuat satu single berjudul Take dan satu album berjudul DOA (Death of an Angry Man). Sebanyak 13 track dalam album DOA menceritakan rasa kehilangan, pengharapan, rasa ikhlas, keluarga, kota Semarang, sarkasme mengenai peraturan-peraturan lucu di negeri ini, dan ganja yang masih disebut sebagai narkoba.

“Aku kalau bikin lagu itu untuk diriku sendiri, jadi nggak mikirin ini untuk umum. Karena aku merasa aku masih bagian dari umum,” ujarnya. Beberapa musisi yang pernah berkolaborasi dengan Malik Ros adalah Yusuf Santuri, Sani, Mere Naufal, Iyeng Veda dan Laze.

Baca juga:  Aransemen Ulang Lagu ‘Impian’ dengan Sentuhan Orkestra

Malik juga mengatakan dirinya akan merilis single terbarunya pada awal November ini. “Terus Februari 2022 nanti aku bakal rilis lagu juga. Aku sih pengennya dua tahun sekali bisa rilis album,” ungkapnya.

Diakuinya, kesulitan dalam merilis lagu adalah pembuatan video klip. “Karena video klip kan butuh budget yang besar, jadi kita udah bisa rekaman aja bersyukur banget,” ujarnya. Musik-musik Malik Ros sendiri bisa didengarkan melalui banyak platform mulai dari YouTube, Spotify, bahkan TikTok. (mg15/mg17/ton)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya