alexametrics

Hingar Bingar Warta Blingsatan, Ekspresi Kekesalan Pemberitaan Covid-19

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Tidak semua orang bisa meluapkan kekesalan atau keresahannya secara langsung. Sebagian orang butuh media yang tepat untuk mengekspresikan diri. Salah satunya lewat musik. Santikarisma adalah grup band yang sepakat dengan itu.

Band rock asal Kota Semarang ini terbentuk mulai 2012 silam. Lima personelnya memiliki satu visi dan referensi dalam bermusik. Sepakatnya membetuk Santikarisma. Mereka adalah Bagus Rio Suryo pada vokal, Riki Ardiyan dan Isa pada gitar, Okky Arvian pada bass, dan Achmad Sofyan pada drum.

Nama Santikarisma terinspirasi dari sebuah tempat yang mempertemukan mereka di Semarang. Diambil dari warung kucingan “Rika dan Risma” yang akhirnya terbesit nama Santikarisma dipikiran mereka.

Beberapa single dan album sudah mereka keluarkan. “Tahun 2014 kita mengeluarkan single pertama berjudul Kembalikan Derajat,” kata Rio.

Baca juga:  Yellow Jet Club, Respons Fase Kehidupan lewat Lagu

Single perdana tersebut sempat ngehits di eranya. Apresiasi dari audiens membuat Santikarisma optimistis mengeluarkan album pada 2017. Bertajuk Sugestivisi. Album pertamanya itu dibantu rilis oleh label independen Bandung. Disaster Record dalam bentuk kaset.

“Dua lagu dalam album Kembalikan Derajat dan Sugestivisi itu juga bisa dinikmati di channel youtube kami,” ujarnya.

Karya-karyanya dipengaruhi oleh band luar negeri seperti Alabama Thunderpussy, Kvelertak, Lamb of God, Church of Misery dan masih banyak lagi.

Perjalanan karir Santikarisma dari tahun ke tahun semakin moncer. Pada 2018  mengelar tour ke beberapa kota-kota besar di pulau Jawa. Mulai Jakarta, Bandung, Bekasi, Surabaya, Malang, Magelang, Solo, hingga Jogja.

Baca juga:  Nasida Ria, Penampilan Ketiga di Jerman, dan Umur Panjang Kesuksesan

Mereka mengaku, genre rock yang dihadirkan banyak menitik beratkan pada beberapa unsur music, seperti stoner rock, hard rock, heavy rock, dan juga progressive rock. Kepuasan grup band rock ini tidak berhenti begitu saja. Tahun 2020 Santikarisma kembali merilis single baru bertajuk Hingar Bingar Warta Blingsatan.

Single itu diinisiasi oleh semagatnya berkolaborasi dengan artis lintas disiplin PRIGEL, Azis Wicakson, Brigitan Arga, untuk mengenalkan lingkaran yang postif. Tujuannya membangun satu industri seni yang mumpuni di Kota Semarang.

“Hingar Bingar Warta Blingsatan ini juga memiliki makna, bukan semata-mata untuk hiburan saja,” kata vokalis Santikarisma.

Terciptanya Hingar Bingar Warta Blingsatan tercipta pada tahun 2020. Menggambarkan kondisi dan situasi saat itu. Pandemi datang, bersama hiruk pikuk pemberitaan yang gencar berbicara soal proses penularan Covid-19 dan proses penyembuhannya.

Baca juga:  Single Laksamana Budak Rantau Penanda Album Kedua Serempet Gudal

“Dalam single ini kita menanggapi bagaimana respons masyarakat yang kacau dalam proses adaptasi hidup berdampingan dengan virus,” terang Rio.

Akhirnya kekacauan tersebut ditanggapinya dengan tempo cepat untuk mewakili keresahan selama masa pandemi, yang mulai diberlakukan sosial pembatasan dalam waktu yang ambigu. Dalam reference lagu itu Santikarisma juga menilik bumi seakan-akan menjadi korban yang dipermainkan oleh manusia. Sosok media disinggung sebagai pihak yang harusnya bertanggung jawab atas pemberitaan yang kurang sesuai mengenai angka penderita Covid yang ditayangkan di televisi berbeda dengan fakta di lapangan.

Single ini mewakili orang-orang yang sudah bosan dan muak dengan kondisi pandemi saat ini,” katanya. (cr5/zal)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya