alexametrics

Yellow Jet Club, Respons Fase Kehidupan lewat Lagu

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Pandemi Covid-19 tak membuat Yellow Jet Club berhenti berkarya. Band bergenre Pop Alternatif ini, justru produktif. Membuat lagu dan menjaga eksistensi secara virtual.

Yellow Jet Club digawangi tiga orang remaja. Isa (vokal dan gitar), Riky (gitar) dan Ari (drum). Mereka membentuk band ini pada pertengahan 2016. “Awalnya iseng, karena kita sebelumnya sudah memiliki band sendiri-sendiri,” ungkap Isa.

Isa dan Riky pernah bergabung dalam band Santikarisma. Sedangkan Ari di Redam di Pyong-Pyong. Genre yang dimainkan tidak jauh berbeda dengan band yang dibesarkannya sekarang. “Musik kami dipengaruhi oleh rock alternatif 90-an yang kala itu sering diputar di MTV,” ujarnya.

Yellow Jet Club merilis album perdananya berjudul Shake The World pada 2017. “Sampai sekarang sudah lima single yang dirilis,” terangnya.

Baca juga:  Gusti Salsa Sakina Ramadani, Musik adalah Segalanya

Lagu yang paling hits di album tersebut berjudul High Maze. “Lagu ini menceritakan tentang fase kehidupan. Atau respon kita terhadap perubahan kehidupan,” jelasnya.

Saat ini Yellow Jet Club memiliki empat lagu, lengkap dengan video klip. Higmaze video animasi, Shake The Word dan Run Under The Sun, mengambil latar Semarang. Sementara The Season pembuatan video klipnya di Jogjakarta.”Tahun ini kita juga akan rilis album. Tinggal penyempurnaan saja,” katanya.

Nama Yellow Jet Club sendiri sudah menggema hingga luar Jawa Tengah, di Malang, Surabaya dan Bali.

Menurutnya, band di Semarang sudah bagus-bagus. Hanya saja, cara menjualnya yang harus lebih banyak belajar. “Kita berharap pemerintah memberikan wadah lokasi yang proper (layak) untuk musisi-musisi kita dalam bikin pertunjukan musik,” harapnya.

Baca juga:  Lahir dari Kampus, Tumbuh Jadi Band yang Digandrungi

Isa tak memungkiri, masa pandemi banyak band yang tidak bisa tampil secara langsung di depan penggemarnya. Namun kondisi tersebut tak membuat Isa cs berhenti berkarya. Yellow Jet Club tetap menjaga eksistensi secara online.”Untuk sementara pentas virtual atau lebih baik rilis lagu-lagu aja, karena belum ada panggung di masa seperti ini,” pungkasnya. (mha/zal)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya