alexametrics

RA Band Kenalkan Genre Pop Eksperimental

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Tiga musisi asal Kota Lunpia ini, mencoba memberi warna baru bagi pecinta musik di Kota Semarang. Utamanya kalangan milenial. Tergabung dalam band bernama R.A, Fergerinha Da Gunha Pinto alias Gerri (vokal/synthesize), Muhammad Fajar Pandudewanata (bass), dan Muhammad Fajar Aji Dananjaya (gitar), mengusung genre pop eksperimental. Bahasa bekennya post pop.

Aliran itu memang belum begitu popular di kalangan milenial Kota Atlas. Bisa dibilang genre baru.

Sang manajer, Eric Parker mengatakan, konsep musik RA memang dibuat berbeda dari grup pop pada umumnya, yang kental dengan bit yang mendayu dan berlirik soal cinta. Berbeda dengan RA. Setiap lagu yang diciptakan memiliki pesan yang mendalam. Salah satunya menegaskan kalau manusia merupakan makhluk sosial. Mereka juga menyisipkan pesan agar menjaga alam semesta. Seperti lagu yang berjudul Ruang.

“Pesannya, kita harus menghargai alam semesta ini,” kata Eric kemarin.

Baca juga:  Wounds, Single Perdana yang Membahas Toxic Relationship

Genre pop eksperimental RA bukan yang ke arah tradisional eksperimental, tapi lebih ke arah modern. Ciri khasnya ada di nada-nada dari synthesizer.

Menurut Eric, jenis musik ini kali pertama ada di Kota Semarang. Apakah nanti akan diterima pasar atau tidak, lanjutnya, itu urusan lain. Artinya, mereka ingin bermusik secara jujur dan tulus sesuai dengan idealisme mereka.

“Kalau bisa kita menciptakan pasar sendiri,” katanya.

Band ini sendiri terbentuk sejak 28 Desember 2020. Berawal dari satu tingkrongan. Sama-sama suka dengan jenis musik bertema eksperimental. Kemudian ketiganya sepakat membuat band RA.

Bisa dibilang, mereka pioner dalam jenis musik modern eksperimental pop. Saat ini RA sudah memiliki empat lagu dengan satu single berjudul ‘Ruang’.’

Baca juga:  Loca Polka Jaga Eksistensi Bermusik

Rekaman digarap oleh Erwin Hadinata studio. Video klip-nya mereka produksi sendiri. Hingga pemasarannya juga mandiri. Melalui platform youtube. “Sejak terbentuk sampai sekarang sudah delapan kali manggung,” terangnya.

Terkait dengan namanya sendiri memang terbilang unik. Hanya dua huruf saja. Namun sebenarnya artinya sangat mendalam. Dijelaskan Eric, pengambilan nama RA sebenarnya mencomot dari sebuah keyakinan Mesir kuno tentang Dewa Matahari.“Nama Dewa Matahari di era mesir kuni kan namanya dewa RA,” katanya.

Sehingga jika diartikan dengan bahasa yang mudah, arti nama RA yakni Dewa Matahari yang slealu menyinari alam semesta.

Ia berharap, genre musik yang mereka tawarkan bisa diterima oleh masyarakat. Bisa menjadi hal yang baru di Kota Semarang. “Harapannya kita bisa lebih mewarnai belantika musik di Kota Semarang ini dengan genre kita,” tandasnya. (ewb/zal)

Baca juga:  Lahir dari Kampus, Tumbuh Jadi Band yang Digandrungi

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya