alexametrics

Melawan Kesunyian ala SeteruSunyi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Terbentuk pada 22 Januari 2020, grup duo asal Semarang yang terdiri dari Irene Sampouw di vokal dan Shania Krishna di bass ini telah memikat hati masyarakat hingga penyanyi legendaris Indonesia. Mereka juga didukung oleh Music Director Blakt Orkestra yang menyuguhkan musik indah, magis, dan classy untuk SeteruSunyi.

Hujan mengguyur Semarang siang itu. Dengan suara berat yang khas dan ramah, Adhitya Yogatama bercerita mengenai awal mula terbentuknya grup duo dengan konsep Low Fidelity (Lo-Fi), SeteruSunyi.

“Awal mulanya, karena saya basic-nya promosi, saya sering bertemu dengan musisi. Lalu saya menemukan tiga orang bertalenta ini. Kemudian dari tiga orang ini saya memikirkan sebuah konsep musik Lo-Fi,” ujar Aditya Yogatama, produser SeteruSunyi.

Baca juga:  Syndrome, Pionir Scene Metal di Semarang

Lo-Fi dikenal sebagai teknik rekam zaman dulu yang tidak sempurna. Sehingga menghasilkan suara-suara yang noise seolah mendengarkan musik di radio tua atau gramafon. Menurut pria yang akrab disapa Adit, tren itu muncul lagi. Namun karena saat ini musik-musiknya lebih ke Hi-Fi, noise yang dihasilkan dibuat dan masuk ke dalam unsur musik itu.

“Setelah saya pelajarin di Indonesia ternyata belum ada. Kebanyakan musik Lo-Fi dihasilkan oleh DJ, jadi berupa musik instrumen lalu digubah atau ditambah efek-efek,” ujar Adit.

Irene, gadis bersuara merdu itu menambahkan, belum ada sebuah grup duo yang perform dengan dengan memakai konsep Lo-Fi. Apalagi memilih format duo berupa vokal dan bas, yang juga tidak lazim. Dimana biasanya orang mengedepankan musik piano atau gitar yang suaranya lebih kaya. Sehingga ini adalah konsep unik yang belum pernah ada sebelumnya.

Baca juga:  Selly and Friends Selalu Tampil All Out

“Ketika orang lagi bersantai saat kerja ingin mendengarkan musik, pasti mereka memilih Lo-Fi, secara sadar atau tidak sadar kebanyakan seperti itu. Jadi meskipun tidak terlalu hype, tapi secara tidak sadar semua orang menikmati musik ini,” jelas Irene saat ditanya alasan mereka memakai konsep Lo-Fi.

Meskipun dijalankan secara indie, mereka menyiapkan tim yang cukup lengkap. Mulai dari tim sosial media, tim dokumentasi, dan tim public relations. Nama mereka pun dipikirkan secara matang. ‘Seteru’ berasal dari berseteru yang artinya melawan, dan ‘Sunyi’itu kesunyian, jadi arti dari SeteruSunyi adalah melawan kesunyian. Sesuai dengan keinginan mereka yang ingin melawan kesunyian dengan terus bernyanyi. “Jadi walaupun Indie kita mencoba membangun SeteruSunyi bukan hanya sebagai sebuah band saja tapi juga brand,” kata Shania menimpali.

Baca juga:  Area Band Semarang Konsisten Berkarya, Setiap Tahun Rilis Album

Konsepnya yang unik tersebut membuat dua penyanyi legendaris Indonesia melirik mereka hingga mengajak untuk berkolaborasi. Ifan Seventeen yang mengajak untuk cover lagu berjudul Melati dari Jayagiri. Namun berbeda dengan Ifan, Andy Riff mengajak mereka untuk berkolaborasi dalam membuat lagu original yang berjudul Menanti. Saat ini, SeteruSunyi sudah menghasilkan tiga karya yaitu Ronamu, It’s you, dan Menanti. (mg1/mg3/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya