alexametrics

Jodhokemil Terbentuk dari Pentas yang Gagal

Menarik

Ezzura, Kasidah Pop Regenerasi Nasida Ria

RADARSEMARANG.ID - Menjadi penerus Nasida Ria, Ezzura lahir dengan sentuhan milineal. Grup ini kembali berevolusi mengembangkan musik kasidah agar...

Good Morning Everyone, Dua Belas Tahun Bertahan di Jalur Indie

RADARSEMARANG.ID - Bisa dibilang Good Morning Everyone (GME) adalah salah satu pionir band indie di Semarang. Band beraliran pop...

Aransemen Ulang Lagu ‘Impian’ dengan Sentuhan Orkestra

RADARSEMARANG.ID - Tak banyak grup musik yang tetap eksis hingga puluhan tahun. Berkarya dan menunjukkan performancenya yang semakin matang....

RADARSEMARANG.ID – Sejarah terbentuknya Jodhokemil, kelompok musik kontemporer asal Magelang yang mengusung aliran eksploratif dengan sentuhan entik tidak bisa lepas dari acara nonprofit Keboen Kreatif di tahun 2008. Di sinilah kelompok musik keroncong Omah Tumpuk saling bertemu dengan seniman perkusi dari Komunitas Sepeda Onthel Magelang (VOC) yang juga penggagas sekaligus pengisi acara. Dalam kesempatan itulah mereka pertama kali bekerja sama untuk membuat satu repertoar pertunjukan perkusi.

“Sejak saat itu, musisi dari dua komunitas tersebut intensif berproses bersama untuk mengolah lebih lanjut potensi bermusik mereka dengan memanfaatkan alat musik yang tersedia,” kata Dhona.

Hasil eksplorasi musiknyapun sempat dipertunjukkan dalam berbagai acara, di Magelang dan Jogjakarta. Meski waktu itu, belum ada bentukan kelompok khusus dengan personel tetap. Tongsengsae, The Djagad Djembe, Wayang Infus, Wayang Sholawatan, merupakan beberapa dari sekian projek kolaborasi yang dihasilkan.

Dalam acara tahunan yang melibatkan dua komunitas ini, yaitu Magelang Tempo Doeloe juga selalu dihadirkan sesi pertunjukan kolaborasi dari keduanya. Lalu untuk mengiringi art performance seniman VOC yang menjadi prosesi khas acara tersebut. Kolaborasi ini berlangsung dari tahun 2009.

Hingga awal Agustus 2014, ketika datang undangan untuk tampil dalam sebuah perhelatan musik jazz di Jogja. Saat itu mereka mengonfirmasi undangan tersebut dengan mengirimkan nama kelompok Jodhokemil. Walau akhirnya pementasan musik tersebut gagal dilaksanakan.

“Sejak tercetus nama Jodhokemil itulah mereka mulai lebih intensif berproses dan mulai merumuskan satu bentuk kelompok musik yang pakem, dengan personel tetap,” jelas Dhona.

Awali Aktivitas Rebon

Awal pandemi, semua kegiatan bermusik terhenti.  Kini mulai beraktivitas ngumpul-ngumpul di hari Rabu malam. Mereka menyebutnya “Rebon.”

Banyak hal yang dibahas dalam Rebon. Mengarang lagu, menggarap aransemen lagu Solawat Busyro, diskusi, bercanda sampai nglantur. Yang penting asyik, ketegangan mencair. Seperti itulah kehangatan keluarga Jodhokemil, berjumlah 12 orang. Mereka terus bermusik. Belajar tanpa ragu.

Vokalis Jodhokemil, Sigit Sky Sufa pandemi Covid-19 juga memberikan pembelajaran pada dunia hiburan. Harus sigap menyesuaikan diri dalam situasi apapun. Hanya saja, Jodhokemil tidak terlalu meratapi gagal tampil karena pandemi. Menurutnya, para personel punya cara sendiri menikmati kondisi ini.
“Selama ini Jodhokemil berupaya menciptakan dunia hiburannya sendiri.
Hiburan yang paling menghibur adalah kreativitas,” kata Sigit.

Sigit memang rindu menabuh musik bersama. Apalagi secara kolektif,
setidaknya sudah 60-an lagu tercipta. Beberapa telah masuk ke dapur rekaman. Kebanyakan lagu-lagu mereka mengangkat cerita kehidupan dan spiritual. Mengadaptasi dari buku, salawat, berita koran, puisi dan lainnya. Seperti berjudul He Sang-sang, Sopotosopo, Merbabu, Sakjan-jane, Jago Kluruk, Patang Dino Patang Wengi, Rumangsamu, Mbelgedhes, Mbokya Sudah, Di Pagi Hari Ketika Siang Datang, Mencin-tai, dan lainnya.
Ada pula lima karya yang menggambarkan Jodhokemil berproses. Satu lagu wajib “Singgah-singgah” selalu ia bawakan saat pentas. Rasanya lagu-lagu itu ingin ia nyanyikan, karena sarat pesan.

“Setiap karya mengandung kediriannya masing-masing. Bahwa di dalamnya terdapat nilai yang hendak dibagikan dalam kemasan komposisi lirik dan lagu,” ujar pria yang juga komposer utama di Jodhokemil itu.

September lalu, Jodhokemil mulai pentas secara daring. Lagu berjudul Ada Suara tidak ketinggalan dibawakan, sebagai lagu pembuka sekaligus sarana final cek sound. Ini juga ia lakukan tiap kali manggung.

“Ada pesan yang dituju adalah ajakan ke dalam (pelantun, Red) dan keluar (pendengar, Red) tentang ada suara dalam hati yang selalu saja bersuara (dzikir, Red), tentang hati-hati bersuara. Masalah yang banyak ditimbulkan oleh suara dan sebagainya,” imbuhnya. Menurutnya, bermusik sebagai sarana srawung dan berkespresi. Alat musik adalah kendaraan.

“Syukur-syukur musik kami bisa bermakna dan bermanfaat. Membangun kesadaran dan sarana tumbuh-kembang bersama, bersosial.”

Dhona Shintaningrum, personel perempuan di Jodhokemil mengungkapkan pihaknya menekankan prinsip kejujuran dalam format pertunjukannya. Jujur dalam bermusik, juga jujur dalam mengekspresikan diri saat bermusik. Tidak ada tuntutan bagi personel Jodhokemil untuk tampil begini-begitu. Atau menunjukkan sisi feminisnya tiap kali tampil.

“Jadi saat tampil dalam Jodhokemil saya ya bisa tetap menjadi diri saya sendiri. Yang membedakan dengan keseharian saya mungkin hanya perannya saja.
Jika dalam keseharian peran saya sebagai pekerja di suatu manajemen seni dengan tidak meninggalkan aktifitas domestik di rumah. Maka dalam grup ini peran saya adalah sebagai player,” ucapnya.

Dari keterlibatannya dalam grup Jodhokemil, Dhona berharap ke depan bisa bermunculan musisi perempuan dengan karya-karya otentik. Baginya bukan proses yang instan. Namun diyakini bisa, asalkan konsisten dalam berkarya.
Sebagian besar personel Jodhokemil mengakui, jika lirik lagu dan cara bermusiknya sedikit nyleneh. Komposisi musik tersusun dari alat-alat musik yang ada, dan disukai oleh personelnya masing-masing. Tidak heran, nama Jodhokemil tidak asing di telinga para pelaku seni. Karena keunikannya, dikenal masyarakat umum. Sebagian besar personel Jodhokemil juga dari kalangan seniman, dan pegiat seni. (put/lis/bas)

 

Terbaru

Tantang Kreativitas Pelajar lewat Kompetisi Video Belajar

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG– PT Astra Honda Motor (AHM) mengajak seluruh pelajar di 682 SMK mitra binaan untuk berkreasi membuat konten video yang menarik...

Perkuat Penjualan, Citra Grand Gandeng IKEA

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Perumahan premium, Citra Grand Semarang kini menggandeng IKEA untuk mendongkrak penjualan. Furniture kenamaan tersebut dipilih sebagai jawaban model hunian berkelas. Marketing Manager Citra...

Sekolah Vokasi Undip Genjot SDM melalui Pusat Pelatihan Otomasi Industri

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Masih rendahnya jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil, dalam menguasai teknologi otomasi industri, khususnya aplikasi praktis Programmable Logic Controller (PLC),...

Priska Lydia S Pulungan, Raga di Taiwan, Hati di Salatiga

RADARSEMARANG.ID, Dosen UKSW Priska Lydia S Pulungan MM PhD (Cand) masih dalam tahap penulisan disertasi di jurusan Educational Leadership and Management Development (ELMD), National...

Melakukan Edukasi hingga Rescue Satwa Liar

RADARSEMARANG.ID, Satwa reptil masih dinilai menakutkan bagi sebagian kalangan. Reptil bak satwa aneh. Tidak lazim dipelihara. Stigma semacam ini pun menjadi pelecut Komunitas Satwa...

Populer

Sabar atas Cobaan, Tafsir Surah Al-Baqoroh 153-157

“YĀ ayyuhallażīna āmanusta'īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma'aṣ-ṣābirīn (Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar) (QS Al...

Pendaftaran Banpres UMKM Diperpanjang

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Pemerintah memperpanjang waktu pendaftaran Bantuan Presiden (Banpres) Program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM). Pendaftaran  tahap II dibuka hingga akhir November 2020....

Wanita Perlu Berkarir

RADARSEMARANG.ID, Wanita perlu berkarir. Itu bukan tabu. Setidaknya itu yang dijalani Anis Setyaningrum saat ini. Anis - sapaan akrabnya—mengatakan, jika era emansipasi wanita haruslah...

Bangga Menjadi Agen Koran

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Saat didatangi, Nuriyanto tengah sibuk menyiapkan laporan akhir bulan penjualan koran. Rumahnya di Jalan Gaharu Utara 74 A, Kelurahan Srondol Wetan...

Usir Bosan ke Toko Buku

RADARSEMRANG.ID, Banyak hal yang bisa dilakukan ketika mood seseorang sedang tidak stabil. Misalnya, dengan makan coklat, olahraga hingga traveling. Salah satu dara muda yang...

Random

Terpesona Puncak Bukit Batu Utama

RADARSEMARANG.ID, BUKIT Batu Utama terletak di Kemitiran, Nyamat, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Sebuah objek wisata yang menawarkan pemandangan alam Kabupaten Semarang dari atas. Dengan...

BSB City Hadirkan Peluang Emas di Era Dominasi Milenial

RADARSEMARANG.ID,  SEMARANG – Bukit Semarang Baru (BSB) City dalam upaya memberikan arahan investasi yang dilakukan tepat sasaran dan di titik yang benar, bekerja sama...

Serunya Pendidikan Kespro Remaja melalui Modul Setara

RADARSEMARANG.ID, Begitu banyak kebutuhan remaja yang seringkali kita abaikan, kita anggap tidak perlu diperhatikan, padahal sebenarnya mereka sangat membutuhkan hal tersebut. Misalnya saja kebutuhan...

Din Syamsuddin: Relasi Sosial Berubah Drastis

RADARSEMARANG.ID, Magelang - Di tengah diberlakukannya status New Normal di Indonesia, Universitas Muhammadiyah Magelang (UMMagelang) menyelenggarakan Hari Ber-Muhammadiyah bersama Prof Dr KH M Din...

Pengeroyokan Berujung Maut, Sembilan Tersangka Dibekuk

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Diduga menganiaya orang hingga tewas, sembilan warga ditangkap polisi. Tiga lainnya buron. Korban adalah Bagas Himawan, 23, warga Jalan Rama Kelurahan...

Lainnya