21 Tahun Berkarir, Awali Kedewasaan Musik Pyong Pyong 

397
Trio Adit, Pandu dan Bayu yang sedang menyiapkan mini album terbaru. (Dokumen Pribadi Pyong Pyong)

RADARSEMARANG.ID – Pencinta genre pop punk di Semarang pasti tidak asing dengan nama Pyong Pyong. Band asli Semarang tersebut memang telah lama malang melintang di dunia musik kota Atlas. Bahkan saat ini mereka telah memasuki tahun ke-21 dalam bermusik.

Pyong-pyong dihuni oleh tiga personil. Ada Adit yang berposisi sebagai founder sekaligus frontman dan bass, Pandu Dewanata pada gitar dan Bayu Nugroho sebagai penggebuk drum. Dari kombinasi mereka inilah tercipta banyak lagu yang easy listening seperti “Kami Ingin Damai” dan “Anugerah Terindah yang Pernah Ku Miliki”. Karya-karya mereka selalu ditunggu para penggemar setianya.

Sang vokalis, Adit menuturkan, saat ini Pyong Pyong tengah mempersiapkan mini album terbaru. Mereka telah menyelesaikan proses rekaman dua dari total enam lagu yang masuk album tersebut. Hanya saja sebelum selesai, pandemi justru lebih dahulu masuk ke Semarang. Kondisi ini membuat proses pengerjaan terpaksa dihentikan.

“Karena pandemi, salah satu tim kita yang pulang kampung ke Pekalongan tidak bisa kembali ke Semarang. Sehingga proses rekaman untuk part gitar yang dikerjakan anggota tim itu belum bisa dilakukan,” ujarnya.

Album yang seharusnya rilis pada April lalu terpaksa molor hingga waktu yang belum ditentukan. Dan para penggemar pun harus sedikit lebih lama menunggu hasil karya mereka. Meskipun begitu, Adit menjamin penantian tersebut akan sebanding dengan album barunya nanti. Pasalnya melalui album tersebut, penggemar dapat melihat awal fase kedewasaan dalam musik Pyong Pyong. Setelah melampui usia 20 tahun, mereka akhirnya menemukan identitas musik sendiri, yang semakin memberikan corak khusus dalam warna musik band tersebut.

“Sebenarnya album Pigza tahun kemarin spesial. Karena menandai 20 tahun kita berkarir. Namun album tahun ini terasa lebih lagi spesialnya. Karena sudah lepas dari beban usia 20 tahun kita justru merasa ini lah awal kedewasaan bagi musik Pyong Pyong,” lanjutnya.

Lebih detail ia menjelaskan, album kali ini akan mengambil tema Hidup dan Kita. Adit pun memberikan sedikit bocoran, akan melakukan kolaborasi dengan Fanny Soegi Bornean dalam lagu utama album tersebut. Maka dari itu pihaknya meminta para penggemar untuk bersabar dan mengantisipasi album tersebut. Yang dipastikannya akan tetap rilis tahun ini.

“Yang pasti kita tampil lebih fresh dan akhirnya menemukan ini lho musik Pyong Pyong. Walau kita pop punk, tapi kita pop punk yang Pyong Pyong banget,” katanya.

Sementara itu untuk mengisi waktu luang di tengah berhentinya pengerjaan album, saat ini Pyong Pyong lebih banyak fokus membuat konten pada akun instagram mereka. Menggandeng berbagai teman lintas profesi, mereka menampilkan talk show mengenai berbagai isu terkini. Salah satunya korona. Melalui konten tersebut, mereka ingin masyarakat khususnya para penggemar dapat lebih menyadari mengenai bahaya dan pentingnya melakukan pencegahan persebaran korona. Sehingga bersama pemerintah dapat saling bahu membahu mengakhiri pandemi yang mempengaruhi berbagai sektor kehidupan ini.

“Konten ini sekaligus ajang obat kangen juga bagi para penggemar. Tapi utamanya kita ingin sharing bagaimana mereka yang kita ajak kolaborasi seperti Heru Gundul, Chyntia Tengens, Hendra Kumbara menghadapi korona dari sudut pandang lintas profesi. Jadi bisa tambah pengetahuan bagi yang menonton,” jelasnya. (akm/ton/bas)





Tinggalkan Balasan