Pemilihan Interior Tingkatkan Pengunjung

201
TEMPAT NONGKRONG: Desain interior Kayo Coffee memadukan unsur kayu dengan tanaman menjadi daya tarik bagi pelanggan di kalangan generasi milenial. (Maria Novena/RadarSemarang.ID)
TEMPAT NONGKRONG: Desain interior Kayo Coffee memadukan unsur kayu dengan tanaman menjadi daya tarik bagi pelanggan di kalangan generasi milenial. (Maria Novena/RadarSemarang.ID)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Kafe kopi masih bisa dibilang sebagai salah satu bisnis yang cukup menjanjikan. Tempat yang nyaman dan harganya yang murah dipastikan laris diserbu.

Menjamurnya kafe kopi seperti menjadi ajang perlombaan konsep yang dijual. Tidak hanya soal rasa namun tempat menjadi penilaian tersendiri.

Albert Indra Santoso, manager kafe Kayo Coffee yang terletak di Tembalang mengaku omset yang didapat dari bisnis kopinya ini selalu naik tiap bulannya. Kafe yang baru buka lima bulan ini sudah memiliki ribuan pelangan. Kenaikan pengunjung hingga 20 persen tiap bulannya. Dikarekan konsep yang dimiliki memang berbeda.

“Kami memang tidak hanya menjual kopi saja namun juga interior yang membuat para pengunjung nyaman,” katanya, Selasa (30/7).

Kopi yang digunakan sepenuhnya biji kopi lokal. Mulai dari Jawa Barat, Sumatera, hingga Papua. Dirasanya kopi lokal memiliki cita rasa lebih kuat dibandingkan luar. Ramah akan plastik juga ditekankan pada tempat tersebut. Keprihatinan akan sampah plastik menjadi komitmen.

“Konsep kami memang ramah lingkungan kami gunakan kayu. Menurut filosofi kayu membawa ketenangan. Sehingga kami juga masih gunakan gelas tidak plastik. Sedotan pun kami sediakan dari bambu. Ini bentuk dukungan kami untuk mengurangi sampah plastik,” tambahnya.

Hal senada juga dikatakan Farius Helen salah satu penjual alat penyeduh kopi. Penjualannya cukup naik 10 persen dari tahun lalu. Itu dirasanya karena kopi masuk di generasi milenial. Kenyamanan kafe dirasa menjadi hal terpenting. Disadarinya harga kopi lokal sangatlah mahal. Namun terbayar jika suasana sangat menjual. “Tidak bisa dipungkiri harga kopi lokal bisa mencapai Rp 30 ribu. Tempat harus sepadan dengan yang dibayar,” jelasnya. (ria/ton)