Gampang-Gampang Susah Abadikan Bayi dalam Bingkai Foto

251
Kinanthi Putri dengan sejumlah peralatan yang biasa ia gunakan untuk memotret bayi. (Kinanthi Putri for Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID – Memiliki buah hati merupakan hal paling ditunggu bagi setiap orang tua. Apalagi bagi mereka yang baru dikaruniai anak pertama. Setiap momen si kecil sebisa mungkin diabadikan. Salah satunya melalui karya fotografi.

Owner Eldephotobaby, Kinanthi Putri menuturkan sudah sejak lama baby photography dikenal masyarakat. Hanya saja seiring berjalannya waktu, saat ini seperti menjadi tren. Terutama bagi kalangan pasangan muda yang baru menjadi orang tua. Mereka menggunakan jasanya untuk mengabadikan momen sang buah hati yang baru lahir. Bahkan dalam sebulan ia mengaku memotret 25 bayi.

“Jadi fase bayi apalagi newborn (0-1 bulan) itu ibarat momen emas yang tidak akan terulang bagi para orang tua. Maka, sebisa mungkin mereka pasti akan membuat kenangan tersebut. Salah satunya dengan mendokumentasi melalui foto,” ujarnya.

Yang menarik dari baby photography, ujar dia, adalah konsep unik yang ditawarkan kepada para orang tua. Pemotretan bayi pasti menggunakan properti, pernak-pernik dan kostum lucu seperti kartun, animasi bahkan profesi untuk para bayi. Sehingga dalam foto yang dihasilkan nanti mereka akan terlihat lucu dan menggemaskan seusai konsep yang orang tua kehendaki.

“Kalau kami lebih mengusung konsep profesi. Jadi bayi akan didandani seperti profesi orang tuanya. Kalau mereka jadi dokter ya anaknya juga didandani seperti dokter dan lainnya,” lanjutnya.

Foto: Kinanthi Putri for Jawa Pos Radar Semarang

Menjadi fotografer bayi, menurutnya gampang-gampang susah. Sebab, baby photography ini berbeda dengan lainnya. Objek yang menjadi partner kerja adalah bayi. Yang notabene sulit ditebak dan belum dapat diarahkan. Membuat sesi pemotretan menjadi tidak terduga. Selain itu bayi juga masih dalam fase sensitif. Sehingga membutuhkan fotografer yang peka, sabar dan telaten untuk memotret.

“Makanya saya juga awalnya ikut workshop. Agar mengetahui apa saja sih treatment yang perlu dilakukan untuk bayi saat pemotretan. Sehingga jika paham hal-hal tersebut, saya akan melakukan yang diinginkan bayi agar dia tenang dan dapat melanjutkan pemotretan hingga selesai,” katanya.

Selain itu peran orang tua tetap menjadi faktor utama dalam menyukseskan proses pemotretan. Orang tua yang memiliki kecemasan berlebih saat pemotretan akan membuat bayi ikut resah dan menangis.

Maka, sebelum menjalani pemotretan, dia selalu meminta klien untuk mempercayakan bayinya. Dan memberikan penjelasan bahwa semua properti, kostum dan segala yang dipergunakan bayi merupakan produk aman tidak mengancam keselamatan sang buah hati. Mengingat semua elemen tersebut sudah dipesan khusus dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi bayi.

“Selain itu saya juga selalu meminta orang tua memastikan kesehatan anak sebelum pemotretan. Kalau tidak fit ya jangan. Karena tetap mengutamakan kenyamanan bayi. Agar gambar yang dihasilkan juga terlihat bagus dan natural,” pungkasnya. (akm/lis/bas)





Tinggalkan Balasan