Cycling Cap, Bikin Bersepeda lebih Fashionable

Selain untuk menahan teriknya matahari, topi sepeda juga perlahan sudah merambah menjadi gaya hidup. (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Cycling Cap atau topi sepeda menjadi pelengkap bersepeda. Selain untuk menahan teriknya matahari, topi sepeda juga perlahan sudah merambah menjadi gaya hidup. Karena telah menjadi style, bahan, jenis dan motif topi sepeda banyak diburu kolektor.

Kebanyakan para cyclist atau yang hobi bersepeda memakai topi dibarengi dengan helm sepeda. Ari Nugroho, salah satu kolektor cycling cap mengungkapkan, sudah mengoleksi topi sepeda selama empat tahun terakhir.

(Nur Chamim / Jawa Pos Radar Semarang)

“Motifnya yang beragam membuat saya tertarik untuk mengoleksi. Misalnya dari jahitan, semakin sedikit jahitannya semakin mahal,” ungkap Ari kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ari biasanya mengoleksi berbagai macam motif topi dari kopdar (kopi darat). Koleksinya ada yang beli sendiri maupun dari event. “Ada motif kartun, motif komunitas, seperti komunitas sepeda lipat (komselis) Semarang, motif Semarangan, dan itu bahan-bahannya bagus semua,” ujar pria yang pernah gowes hingga ke Jogjakarta, itu.

Saat ini, koleksinya sudah 20 topi. Ia mulai mengumpulkannya sejak 2016. Harga setiap topi pun berbeda. Mulai Rp 60 ribu sampai yang termahal Rp 300 ribu. “Rata-rata topi saya di harga Rp 90 ribu,” ucap pria berusia 45 tahun tersebut.

Menurutnya, tren cycling cap saat ini juga merambah pada produk dan merchandise. “Sekarang banyak digunakan untuk event run, car free day. Bahkan untuk sekadar berjalan-jalan di mall. Jadi, cycling cap sekarang sudah dipakai oleh semua kalangan,” imbuhnya.

Ketika berburu dan mengoleksi, ia selalu mengutamakan kenyamanan dan kualitas bahan. “Bahan yang bagus adalah dry fit atau bisa menyerap keringat. Saat keringat keluar, otomatis cepat kering. Mirip-mirip dengan bahan jersey,” tanasnya.

Ari tidak berhenti mengoleksi cycling cap. Keinganan selalu muncul ketika ada desain atau motif baru. “Karena biasanya desain setiap bulan ada yang baru. Apalagi motifnya unik dan beda,” ujarnya sembari menunjukkan koleksinya merek urbancase. (avi/za/bas)

Tinggalkan Balasan