Angkat Urban Lagend ke Layar Lebar

520
KENALKAN FILM : Pemeran utama film ‘Lampor’ Dion Wiyoko dan Adinia Wirasti, saat mengenalkan film bergenre horor kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KENALKAN FILM : Pemeran utama film ‘Lampor’ Dion Wiyoko dan Adinia Wirasti, saat mengenalkan film bergenre horor kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID,  SEMARANGKisah urban lagend yang ada di Temanggung, diangkat ke layar lebar oleh rumah produksi Starvision dengan tema horor. Urban lagend yang dimaksud adalah Lampor.

Lokasi syuting film ini, mengambil latar Temanggung, Jogja dan Kendal. Aktor utama adalah Adinia Wirasti yang berperan sebagai Netta dan Dion Wiyoko sebagai Edwin. Film ini menceritakan keluarga Netta dan Edwin bersama dua anaknya, Adam (Bimasena) dan Sekar (Angelia Livie) kembali ke kampung Netta di Temanggung.

Singkat cerita, film besutan Guntur Soeharjanto ini memiliki kisah saat Netta kecil dihantui rasa takut saat adiknya diculik sesosok Lampor yang membawa keranda terbang. Kejadian tersebut, menghantui hingga dia bersama ibunya pindah ke luar Jawa.

Namun karena sesuatu hal, Netta kembali ke Temanggung. Namun kedatangan Netta disambut dicurigai dan dianggap pembawa musibah karena kampungnya sedang dilanda teror Lampor, setan pencabut nyawa yang membawa keranda terbang.

“Kehadiran kami, dianggap sebagai  biang keladi kembalinya Lampor ke desa. Berbagai kemunculan Lampor membuat geger desa,” kata Dion Wiyoko saat ditemui di Hotel Harris Semarang, kemarin.

Dari berbagai kejadian yang terus menghampirinya, Edwin mulai curiga bahwa ada rahasia besar menyangkut Netta yang tidak pernah diketahuinya. Apalagi ketika nyawa anak-anak mereka pun terancam, menjadi sasaran Lampor.  Keseluruhan cerita dalam film ‘Lampor’ adalah fiksi. Namun cerita tersebut digabungkan dengan legenda yang sudah ada di masyarakat.

“Secara keseluruhan setting lokasi syuting di Temanggung, Wonosobo dan Kendal. Proses pengambilan gambar menghabiskan waktu sekitar 1,5 bulan,” tuturnya.

Film Lampor, lanjut dia, bukan hanya menjual genre horor. Namun menyuguhkan  keindahan alam lokasi syuting, mulai dari ladang tembakau, air terjun dan kesejukan udara di daerah Temanggung dan sekitarnya.

“Tempat syuting film ini sangat bagus, indah pemandangannya. Temanggung adalah penghasil tembakau dan kopi terbaik. Disini ada pemandangan indah yang bisa dinikmati,” pujinya.

Sekedar informasi, film Lampor sendiri ditayangkan serentak di bioskop Indonesia mulai Kamis (31/10) kemarin. Sementara itu, Adinia Wirasti mengatakan jika trend film horor saat ini bukan hanya menonjolkan sosok hantu seram. Namun telah berubah menjadi film yang emosi dan bermain psikologis. “Saya berharap Lampor menjadi salah satu penerus estafet predikat tersebut,” pungkasnya. (den/ida)