Yayasan AHM Gelar Kompetisi Film Pendek Tentang Keselamatan Berkendara

311
PELATIHAN KESELAMATAN : Para pelajar mendapatkan pelatihan keselamatan dalam berkendara dan pelatihan membuat video sebagai modal memperkaya diri dalam mengikuti kompetisi film pendek yang diadakan YAHM dan IAIN Surakarta. (ISTIMEWA)
PELATIHAN KESELAMATAN : Para pelajar mendapatkan pelatihan keselamatan dalam berkendara dan pelatihan membuat video sebagai modal memperkaya diri dalam mengikuti kompetisi film pendek yang diadakan YAHM dan IAIN Surakarta. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.ID, SURAKARTA – Yayasan Astra Honda Motor (YAHM) bersama Astra Motor Jawa Tengah kembali menularkan virus keselamatan berkendara melalui kegiatan Kompetisi Film Pendek Keselamatan Berkendara. Kali ini, YAHM membekali 250 generasi muda Solo tepatnya di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, kemarin (24/10).

Menjelaskan bahwa kompetisi film pendek ini hadir sebagai upaya berkesinambungan YAHM menyebarkan kesadaran aman berkendara di kalangan generasi muda. Para peserta ditantang membuat film pendek berdurasi 3-5 menit yang menunjukkan pesan kepedulian akan perilaku taat berkendara di jalan raya.

“Tahun ini, YAHM mengangkat tema besar berdasarkan kearifan lokal Alon-Alon Waton Move On atau bisa diartikan biar pelan asal selamat atau selalu waspada dalam berkendara. Melalui tema ini, para peserta didorong untuk melibatkan kearifan lokal pada film pendek yang mereka buat,” kata Muhibbuddin, Jumat (25/10) kemarin.

Film pendek yang sudah diproduksi ini diunggah di YouTube dan IGTV masing-masing peserta. Setiap unggahan film pendek mencantumkan @sahabat1hati dan diberi hastag #cari_aman #roadsafetycampaign #shortmoviecontest #sahabat1hati #yayasanahm #iainsurakarta #alonalonwatonmoveon. Pengumuman pemenang akan disampaikan di IAIN Surakarta pada 28 November 2019. Untuk lomba berskala nasional ini, peserta yang berasal dari tingkat SLTA maupun perguruan tinggi berkesempatan memperebutkan hadiah jutaan rupiah.

Muhibbuddin mengatakan generasi muda berperan besar dalam menyebarkan pesan positif. Kegiatan Short Movie Contest Keselamatan Berkendara ini diyakini berdampak besar karena disampaikan dengan bahasa, cara berpikir dan metode video kekinian yang menjadi ciri khas generasi muda.

“Kami percaya, kearifan lokal selalu memiliki nilai menarik untuk diteladani. Oleh karena itu, kami mengangkat tema Alon-Alon Waton Move On untuk menggali kearifan lokal dari berbagai daerah dan menggunakannya dalam menyebarkan virus keselamatan berkendara,” ujar Muhibbuddin.

Selain pembukaan kompetisi film pendek, peserta mendapatkan kesempatan untuk memahami lebih dalam tentang keselamatan berkendara, baik secara teori maupun praktik secara langsung oleh tim Safety Riding Astra Motor Jateng. Peserta mendapatkan penjelasan secara komprehensif mengenai bagaimana berkendara sepeda motor yang aman dan nyaman. Selanjutnya, mereka berkesempatan praktik langsung dengan riding gear yang lengkap untuk mengendarai sepeda motor yang baik dan benar. Peserta juga bisa mencoba alat simulasi berteknologi canggih Honda Riding Trainer (HRT) untuk merasakan sensasi berkendara dengan berbagai jenis kendaraan dan kondisi jalan.

Peserta diperkaya pengetahuannya tentang membuat video singkat yang kreatif dan kuat secara pesan. Tips dan trik ini disampaikan oleh Hananta Kusuma Wardhana yang sukses membuat video untuk Asia Society Museum New York. Sesi ini dilengkapi dengan kehadiran Dimas Dwi yang karya videonya tentang Gamelan Indonesia pernah berhasil masuk nominasi video terbaik dalam acara yang diadakan UNESCO. Turut hadir pula Wakil Rektor IAIN Surakarta Prof Dr Usman M.Ag dan Dekan Fakultas Adab dan Bahasa IAIN Surakarta Dr Toto Suharto M Ag. (tya/bis/ida)