Mitos Kalang Obong Diangkat di Film

576
FOTO BERSAMA: Tim Viu Indonesia berfoto bersama Komunitas Film Kendal usai Jumpa Pers di Hotel Tirtoarum Baru, kemarin.(BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
FOTO BERSAMA: Tim Viu Indonesia berfoto bersama Komunitas Film Kendal usai Jumpa Pers di Hotel Tirtoarum Baru, kemarin.(BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, KENDAL—Sejumlah komunitas film, siswa SMA dan SMK di Kendal bersama Viu Indonesia membuat film pendek tentang tradisi dan ritual yang menjadi mitos warga di Kendal. Mereka menggarap film Kalang Obong yang nantinya akan bersaing dengan film dari sejumlah negara.

Senior Vice President Marketing Viu, Myra Suraryo mengatakan penggarapan film ini dilakukan untuk memberikan wadah bagi sineas dan komunitas film Kendal untuk belajar seni budaya. Mereka diajak untuk cinta daerah dan mengangkat budaya lokal Kendal. Selain itu anak-anak muda itu juga diajak terlibat dengan memproduksi film. Tidak sekadar menjadi penonton, melainkan menggarap dari awal ide cerita sampai akhir produksi.

“Kami ingin mengubah paradigma konsumtif masyarakat yang hanya bisa menonton. Melalui Viu Short ini berkontribusi dengan karya anak-anak muda Kendal. Mereka diberi pelatihan dan workshop pembuatan film, diberi ruang membuat ide cerita dan dituangkan melalui film pendek,” jelasnya.

Dijelaskannya jika program Viu Short ini sudah sudah berjalan di 17 kota pada musim pertama tahun 2018-2019. Musim kedua ini Kendal menjadi salah satu kota yang dituju. “Kami ingin mengangkat keunikan Indonesia yang menjadi daya tarik internasional. Sebab di Indonesia ini banyak mitos, sejarah nyata tetapi tidak terdokumentassikan dengan baik,” jelas Myra.

Ketua Tim Inisiasi Komisi Film Daerah Kendal, Ardian Joeniarko mengatakan tema yang diangkat dalam film Kalang Obong adalah konflik rasional dan budaya. “Diceritakan ada seorang perempuan suku Kalang menjalin hubungan dengan laki-laki milenial. Suatu saat laki-laki tersebut melihat ritual kalang obong dan ada konflik serta cinta di dalam perjalanan film tersebut,” terangnya. Rencananya film ini akan tayang pada Mei 2020 dan diedarkan di 17 negara.

Di lain pihak Bupati Kendal Mirna Annisa mengatakan, industri kreatif di Indonesia khususnya Kendal memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan. Industri ini diyakini akan mampu menjadi motor penggerak baru bagi kegiatan ekonomi di dalam negeri. Terlebih, film adalah pintu masuk dari sektor pariwisata.

“Saya tertarik membuat wadah bagi para sineas Kendal untuk bisa berkontribusi memperkenalkan daerahnya dengan kemasan yang kreatif, efektif dan efisien. Untuk itu saya titip bagi para sineas Kendal mari kita bersinergi menggali dan mengenalkan potensi potensi Kendal kepada dunia,” jelas Mirna. (bud/ton)