Dua Pekan, Gundala Ditonton 1,38 Juta Orang

281
SAPA PENONTON : Pemeran Film Gundala ‘Negeri Ini Butuh Patriot’ saat menyapa penggemarnya di Cinema XXI Mal Ciputra Semarang kemarin.(ADENNYAR WYCAKSONO/RADARSEMARANG.ID)
SAPA PENONTON : Pemeran Film Gundala ‘Negeri Ini Butuh Patriot’ saat menyapa penggemarnya di Cinema XXI Mal Ciputra Semarang kemarin.(ADENNYAR WYCAKSONO/RADARSEMARANG.ID)

FILMRADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Dua pekan paska tayang serentak di Indonesia pada (29/8) lalu, Film Gundala ‘Negeri Ini Butuh Patriot’ mencatatkan jumlah penonton yang cukup besar. Total selama hampir dua pekan ini, film besutan Joko Anwar telah ditonton 1.380.516 penonton, dan menjadikan film tersebut urutan nomor enam yang dirilis oleh situs website filmindonesia.or.id.

Pemeran Gundala, Abimana Aryasatya mengatakan, angka tersebut sangatlah membanggakan, dengan animo yang besar dari para pentonton, diprediksi angka tersebut akan mengalami peningkatan jumlah. “Terakhir sekitar 1.380.000 penonton, tapi bisa di-update lagi sampai akhir pekan, bisa mengalami peningkatan lagi,” katanya saat ditemui di Cinema XXI Mal Ciputra Semarang kemarin.

Menurutnya, Semarang menjadi salah satu kota dengan jumlah penonton yang besar. Meski begitu, ia enggan menyebutkan jumlah penonton ataupun kontribusi di penonton di kota Lumpia ini. Yang jelas sebagai pemeran utama, Abimana mengaku sangat bangga. “Semarang termasuk antusias dan ramai, ini mengejutkan. Terimakasih atas apresiasinya,” ujarnya.

Tak hanya capaian jumlah penonton yang terus meningkat, Abimana yang berperan Sancaka itu juga merasa bangga dengan masuknya film Gundala pada daftar ajang bergengsi jagat sinema dunia pada Toronto Internasional Film Festival (TIFF) 2019 di Kanada. “Film ini akan diputar di Toronto Internasional Film bersama 10 film lain. Jelas sangat menarik karena superhero Indonesia bisa dikenal di internasional,” jelasnya.

Menurutnya, masuknya Gundala dalam TIFF lantaran cuplikan film alias triler telah ditonton oleh programer dan kurator TIFF. Dari situ file film Gundala beserta sang sutradara Joko Anwar dan dua Excecutive Produser lalu diundang untuk ditonton bareng di Toronto.

“Kurator tertarik dengan superhero Indonesia, karena bisa memadukan unsur budaya Indonesia dalam sebuah film. Tentunya ini mendobrak budaya pop culture superhero yang didominasi oleh produksi Hollywood,” tuturnya.

Lukman Sardi, pemeran lainnya optimistis jika Gundala bisa menembus Hollywood, dan bisa memecahkan dominasi superhero yang diproduksi Marvel ataupun DC Comics. Syaratnya tentu jika produser mau bekerja sama dengan distributor dari luar negeri. “Peluangnya besar, itu kalau produser bisa menjalin kerja sama dengan distributor misal Fox. Kalau kita push aja di Tanah Air, kalau penonton di sini bagus kan bisa menjadi pertimbangan di sana,” tambahnya. (den/zal)