alexametrics

Tren Fashion 2022, Warna Terang Usung Semangat Baru

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Memasuki era new beginning, dunia fashion mulai kembali pada tren lama. Ina Priyono, desainer asal Semarang memprediksi model celana cutbrai dan tanktop akan banyak dipakai.

Hal itu ditunjukkan dengan desain pakaian brand ternama dunia seperti Dior, Chanel, Zara, dan lainnya. Celana jeans longgar dengan ujung yang melebar seperti era ’90-an bertebaran dikenakan para artis dan pencinta fashion.

“Tank top kemungkinan akan ngetren lagi, karena di Eropa 2022 awal akan memasuki musim panas,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Lalu, warna terang dinilai tepat untuk mengekspresikan semangat baru. Warna kuning, oranye, merah, hijau, dan seterusnya. Bila selama dua tahun pandemi pakaian rumahan bermotif tiedye bertebaran, kini model yang lebih sporty dan streetwear akan lebih dipilih masyarakat.

Pasalnya selama pandemi, masyarakat lebih memilih pakaian yang nyaman digunakan untuk beraktivitas di rumah. Namun, setelah kondisi diprediksi membaik, masyarakat kemungkinan banyak melakukan kegiatan di luar rumah. “Sekarang kan sudah mulai banyak yang jalan-jalan, bekerja di kantor,” imbuhnya.

Baca juga:  Dress Motif Print Banyak Diburu

Meski berkaca pada fashion dunia, sebagai negara muslim, Indonesia tetap menyesuaikan norma kesopanan yang berlaku. Beberapa mofidikasi dibuat agar tren dapat diadaptasi para muslimah. Perpaduan dengan manset atau legging dan desain lebih longgar dinilai pas dikenakan muslimah.

Ina ingin mengangkat tenun troso yang sempat tenggelam. Ia menonjolkan keunikan desain dan motif yang dirancangnya. Warna yang sebelumnya identik pastel dan gelap, kini ia mulai menggunakan warna kuning dalam desain pakaiannya.

Sedangkan untuk fashion laki-laki, saat ini warna cerah dengan motif bunga mulai ramai dipakai. Pakaian maskulin tak lagi identik dengan warna gelap dan motif kotak atau polos. Lelaki memakai kemeja kuning, atau merah muda sudah menjadi hal umrah.

“Fashion kan nggak cuma pakaian, tapi aksesoris pendukung seperti perhiasan, tas, dan sepatu. Nanti juga akan banyak sneakers dan tas berwarna terang dan berani,” tambah Ina.

Baca juga:  Mantabkan Niat Sebelum Berziarah ke Makam Mbah Luhung

Sedangkan untuk tren busana pengantin 2022 diperkirakan akan lebih simpel dan tetap elegan. Menurut Ayu, desainer kebaya modern, pandemi yang berlangsung cukup lama berdampak besar bagi industri fashion. Tak terkecuali kebaya pengantin. “Sebelum pandemi kan kebaya pengantin cenderung glamour dan banyak warna,” terangnya.

Namun kondisi pandemi banyak pasangan yang mengusung konsep intimate wedding. Tatanan busana hingga make up ikut menyesuaikan kesederhanaan itu. Walaupun tak mengurangi kesan elegan yang ada. Memasuki musim panas warna kuning akan mendominasi industri fashion 2022 ini.

“Sesuai karya sebelumnya yang menggunakan warisan budaya Indonesia, yaitu batik sogan yang akan jadi tren musim panas mendatang,” jelasnya.

Penambahan pernak-pernik membuat fashion cowok 2022 tambah hidup. (Istimewa)

Energi Positif dari Warna Ngejreng

Industri pakaian cowok di 2022 tidak banyak perubahan dibandingkan tahun llau. Pakaian oversize masih jadi pilihan. Tapi untuk warna, ada yang berubah.

Desainer Ferry Setiawan menjelaskan, fashion dengan warna-warna kuat atau ngejreng akan menjadi tren. Warna tersebut akan menjadi primadona tahun ini.

Baca juga:  Padu Padan Luwes Motif Argyle

“Seperti yang bisa kita lihat dari fashion-fashion luar negeri yang sudah mulai mengeksplor warna yang tidak biasa, dan warna tersebut bisa memberi efek energi positif untuk tahun depan agar pandemi bisa berlalu,” tutur pemilik brand fashion Bajoekoe ini Jumat (31/12).

Pandemi covid-19 yang melanda seluruh dunia, menurutnya, menghadirkan hal-hal baru dalam dunia fashion. Aksesoris seperti masker jadi satu bagian dari produk busana terkini.

Dijelaskannya, saat ini, masker bukan alat kesehatan lagi tapi berubah menjadi sebuah fashion. Kita sering jumpai masker dengan berbagai macam bentuk warna dan desain. “Masa pandemi ini menuntut saya untuk lebih kreatif dan inovatif,” kata Ferry.

Selama pandemi, desain baju yang simpel lebih banyak diterima. Masyarakat cenderung memilih baju yang multifungsi. Baju yang tidak hanya digunakan sekali, tapi bisa dikombinasikan dengan pernak pernik lain sehingga menghasilkan penampilan berbeda. “Penambahan pernak pernik membuat sebuah pakaian menjadi terlihat lebih hidup,” tambahnya. (taf/cr2/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya