alexametrics

Padu Padan Luwes Motif Argyle

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Musim penghujan di akhir tahun, hingga 2022 diperkirakan knit vest atau rompi rajut akan semakin ngetren. Salah satunya motif argyle.

Pola tekstil Argyle menyerupai bentuk berlian atau belah ketupat berlapis-lapis. Asal mula munculnya motif ini juga terbilang cukup misterius. Argyle merupakan salah satu motif yang sudah menjadi ciri khas dari salah satu merek kelas atas orang Skotlandia di era 1920-an

Motif ini mulai menjadi tren fashion di Amerika ketika pemilik label Brooks Brothers membawa pulang potongan kain bermotif argyle dan mulai memproduksinya di tahun 1949. Motif ini semakin populer sejak para remaja dan orang dewasa memakainya untuk menunjukkan gaya preppy look atau rapi dan tidak terlalu formal. Meski ramai pada tahun 2000-an, corak ini kembali tren sebagai motif rompi rajut di Korea Selatan.

Baca juga:  Blazer 70-an, Formal Namun Tetap Luwes

Kini Indonesia kerap menjadikan Korea Selatan sebagai kiblat fashion. Para influencer, pencinta fashion mulai mengikuti tren tersebut. Akhirnya pelaku bisnis fashion menjadikan peluang emas untuk menjual produk bercorak argyle.

“Dulu awalnya jual vest rajut polos, tapi makin ke sini tren bergeser ke vest motif seperti yang banyak dipakai pemain drama Korea,” ujar Sri Fathiyah Saffatsih, penggemar fashion sekaligus pemilik Syayafa Shop kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Pilihan warna untuk rompi motif ini juga cenderung netral. Seperti warna hitam, abu, navy, coklat, dan warna pastel yang berkesan hangat. Di Korea Selatan, rompi dipakai sebagai pelengkap fashion sekaligus penghangat tubuh. Jelas saja, suhu di sana normalnya 17 derajat celcius.

Baca juga:  Dress Motif Print Banyak Diburu

Syayafa atau perempuan yang akrab dipanggil Yayay ini mengaku vest atau rompi jenis ini diminati semua anak muda pecinta fashion. Karena terdapat beberapa daerah bercuaca panas yang tidak cocok dengan rompi rajut itu.

“Kebanyakan penggunanya orang-orang kantoran atau orang asal daerah bersuhu sejuk,” jelas Yayay.

Biasanya para aktor di drama Korea Selatan memadukan vest rajut motif argyle dengan kemeja polos. Namun di Indonesia, fashion rompi ini lebih adaptif. Banyak muslimah yang memadukan dengan dress atau gamis. Selain itu model yang lebih kasual juga memadukannya denga tunik.

Tren fashion vest rajut dari Korea Selatan itu mampu beradaptasi dengan fashion masyarakat Indonesia. Sehingga muslimah berhijab juga dapat tampil fashionable dengan beragam tren model pakaian.

Baca juga:  Industri Fashion Kian Memikat

Selain itu, bahan rajut yang dipasarkan di Indonesia cenderung sedikit lebih tipis dibanding Korea Selatan. Maka pengguna dapat lebih nyaman dan tidak terlalu gerah saat mengenakannya.

Yayay sendiri telah memasarkan produk yang tren ini sejak Oktober lalu. Ia memprediksi, bila mahasiswa telah mengikuti perkuliahan tatap muka, tren vest rajut ini akan masuk ke kampus. (taf/lis)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya