RADARSEMARANG.ID - Siapa sangka, secarik kain tradisional Bali bisa mengubah peta kehidupan seseorang dari benua Eropa. Inilah kisah perjalanan Desa Maya Waltraud Maiyer.
Takdir perempuan asal Austria ini telah meninggalkan tanah kelahirannya, hingga akhirnya menjadi ibu dari aktris ternama Luna Maya.
Nama Desa Maya Waltraud Maiyer mungkin tidak setenar putrinya Luna Maya, tetapi perjalanan hidupnya penuh kejutan dan inspirasi.
Profil Desa Maya diketahui lahir di Austria dan mengawali kariernya sebagai guru taman kanak-kanak.
Sejak muda, ia memiliki jiwa petualang yang membawanya menjelajahi berbagai negara Eropa. Namun, titik balik terjadi saat ia tinggal di Swiss.
Di sana, ia melihat seseorang mengenakan kebaya khas Bali, yang langsung mencuri perhatiannya. Rasa penasaran terhadap budaya Indonesia mendorongnya untuk melakukan perjalanan ke Bali.
Perjalanan Desa Maya ke Pulau Dewata bukanlah sekadar liburan biasa. Kunjungan pertamanya meninggalkan kesan mendalam dan membuatnya kembali lagi.
Pada kunjungan kedua di Bali, takdir mempertemukannya dengan Uut Bambang Sugeng, pria asal Cirebon-Bojonegoro yang kelak menjadi suaminya.
Pertemuan ini menjadi titik balik signifikan yang mengikatnya dengan pernikahan sekaligus menjadi awal babak baru dalam hidupnya di Indonesia.
Dari pernikahan Desa Maya dan Uut Bambang Sugeng, mereka dikaruniai tiga orang anak yakni Ismael Dully, Tipi Jabrik, dan Luna Maya.
Tipi dikenal sebagai peselancar profesional dan pernah menjuarai berbagai kompetisi internasional. Selain itu, ia juga pernah berakting dalam film Kala (2007) karya Joko Anwar.
Desa Maya kemudian menetap di Bali dan membesarkan tiga anaknya, termasuk Luna Maya. Namun, setelah kepergian suaminya, dia harus berjuang sendiri membesarkan anak-anaknya.
Sosok ayah Uut Bambang Sugeng meninggal dunia ketika usia Luna Maya masih belia. Beberapa sumber menyebutkan usia Luna saat itu 12-13 tahun.
Meski begitu, Desa Maya tetap teguh dan mejadi sosok inspiratif yang penuh kasih sayang. Bahkan dia sukses dalam dunia bisnis.
Menurut laporan dari Radar Semarang, Desa Maya dikenal sebagai juragan tanah dan properti di Bali. Dia memiliki berbagai aset seperti bungalow Pondok Pisang di Karangasem dan penginapan Kosta di Berawa.
Keberanian dan keteguhan hati Desa Maya menjadi inspirasi bagi anak-anaknya, termasuk Luna Maya yang kini dikenal sebagai aktris, model, dan pengusaha sukses.
Nilai-nilai yang ditanamkan oleh ibunya seperti keberanian, kerja keras, dan semangat pantang menyerah, telah membantu Luna mencapai kesuksesan di dunia hiburan.
Pada pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier 7 Mei 2025 di The Ubud Village and Resort, Bali, Desa Maya Waltraud Maiyer tidak lepas dari sorotan publik.
Dalam prosesi siraman dan sungkeman, Luna Maya bersimpuh di hadapan ibunya, memohon izin doa restu untuk menikah dengan Maxime.
Momen penuh haru ini mencerminkan ikatan kasih yang begitu erat dengan air mata yang menetes dari keduanya.
Menariknya, sebelum acara siraman dimulai, Luna Maya sempat membujuk ibunya agar tidak memakai sandal jepit dan menggantinya dengan alas kaki yang lebih formal.
Namun, Desa Maya tetap bersikeras dengan kesederhanaannya. Bahkan dia sempat menolak melepas kacamata hitam yang dikenakannya karena merasa kurang percaya diri dengan kantung matanya.
Di usia hampir 80 tahun, Desa Maya masih tampil dengan kemandirian yang sederhana dan tampak tidak bergantung pada anak-anaknya.
Meski demikian, Luna Maya rutin mengiriminya uang bulanan untuk sosok seorang ibu tercinta dengan kemandirian yang luar biasa.
Editor : Baskoro Septiadi