Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Mengulik Perjalanan Sepatu Docmart, dari Sepatu Kelas Pekerja Sampai Simbol Perlawanan

Aby Genta Putra Prasetya • Rabu, 12 Juni 2024 | 00:26 WIB
Potret Sepatu Docmart (kanan) dan Doctor Klaus Martens (kiri)
Potret Sepatu Docmart (kanan) dan Doctor Klaus Martens (kiri)

RADARSEMARANG.ID - Penggunaan sepatu boots semi militer kini makin banyak penggemarnya, terutama saat demam 'skena' yang sedang menjangkiti anak-anak muda masa kini.

Salah satu pionir produsen sepatu boots jenis ini adalah Docter Martens atau sering disebut sebagai Docmart.

Saking populernya, banyak produk tiruan yang menjiplak model sepatu jenis ini. lengkap dengan aksesoris khas seperti Airwire yang ada di bagian belakang sepatu.

Meskipun bukan termasuk sneakers yang nyaman digunakan untuk keperluan mobilitas sehari-hari, Docmart mendapatkan tempat tersendiri di hati para penggemarnya.

Docmart dinilai stylist serta cocok dipadupadankan dengan berbagai busana, baik kasual maupun untuk keperluan formal yang mengharuskan pemakai berdandan rapi.

Hal lain yang unik adalah keeratannya sepatu ini dengan subkultur Punk dan Skinhead, mereka mengenakkan sepatu jenis ini sebagai simbol perlawanan dari militerisasi, disimbolkan dengan sepatu boots yang kerap menindas kaum-kaum minoritas yang termarjinalkan.

Namun sepatu ini awalnya justru diciptakan untuk keperluan pekerjaan berat, seperti diperuntukkan bagi buruh, nelayan dan pekerja kasar lain.

Sejarah Sepatu Docter Martens

Meskipun terkenal lahir di dan menjadi bagian dari subkultur yang besar di Inggris, Docmart nyatanya merupakan gagasan dari Docter Klaus Marten yang berkebangsaan Jerman.

Klaus Marten sendiri merupakan mantan dokter untuk angkatan perang Jerman yang cidera gara-gara bermain ski di Pegunungan Bavaria.

Cederanya disebabkan oleh penggunaan alas kaki yang tidak nyaman.Saat masa pemulihan, ia mendapatkan sebuah sepatu boot tentara yang kemudian ia modifikasi sendiri.

Klaus menambahkan lapisan kulit dan bantalan udara yang empuk untuk menunjang kesembuhan kakinya dari cedera yang ia alami.

Berbekal inovasinya tersebut, Doctor Klaus Marten lalu mendapat ide untuk membuat sepatu boot yang empuk dan nyaman untuk digunakan.

Baca Juga: Deretan 10 Sepatu Nike Air Jordan Terbaik dan Terlaris Sepanjang Masa

Seiring waktu, perusahaan sepatu milik Klaus dibeli dan diakuisisi oleh perusahaan asal Inggris bernama Griggs Group.

Dari sinilah cikal bakal tenarnya sepatu Docter Marten di Inggris. Desainnya yang nyaman dan praktis disebut sangat digemari oleh kalangan buruh dan kelas pekerja.

Kelas pekerja yang didominasi oleh subkultur anak-anak muda Skinhead ini kemudian merebak ke subkultur-subkultur lain seperti Punk karena ada kesamaan pandangan terkait sepatu Docmart yang menjadi ikon dari orang-orang kelas bawah.

Pada akhir tahun 1960-an, Docmart lebih berkembang ke arah otomotif, para geng motor di  Inggris berbondong-bondong terlihat mengenakan sepatu kulit jenis ini.

Kini spirit 'kelas pekerja' Docmart yang digaungkan oleh para Skinhead Inggris diawal mulai memudar dikarenakan permintaan pasar yang semakin membludak.

Banyak orang yang membeli Docmart namun hanya dilatarbelakangi oleh mode fashion yang stylist namun tidak memfungsikan Docmart sebagai sepatu yang lekat kaitannya dengan perjuangan kelas para pekerja di Inggris Raya bahkan seluruh dunia.

Source: Forum KasKus, Dr Martens

Editor : Baskoro Septiadi
#Sejarah Sepatu Docmart #Sepatu Kelas Pekerja #Docmart Simbol Perlawanan #Sepatu Doctor Martens #Perjalanan Sepatu Docmart