RADARSEMARANG.ID - Memiliki sebuah komitmen bersama pasangan adalah sebuah wujud dari kesetiaan yang diperlukan dalam berhubungan.
Saat sudah membuka hati dan memilih pasangan yang akan menemani kita, kita harus memberikan seluruh perasaan pada orang yang kita sayangi.
Kita harus menghilangkan segala bentuk interaksi yang memiliki tendensi kedekatan berlebih terhadap lawan jenis yang bukan pasangan kita.
Tanpa disadari, kita sering melakukan "micro cheating" atau bisa disebut selingkuh jangka kecil yang jika dibiarkan akan merusak komitmen yang sudah dijalani.
Menurut @psikologid, micro cheating adalah sejumlah tindakan yang dilakukan secara tersembunyi untuk menunjukkan ketertarikannya pada lawan jenis, selain pasangannya sendiri.
Beberapa tindakan micro-cheating yang tanpa disadari sering dilakukan orang-orang adalah sebagai berikut:
1. Mencari perhatian dan mengirim pesan yang terkesan spesial pada orang lain (selain pasangan).
2. Berbohong mengenai status.
3. Menghubungi mantan kekasih atau masih sering stalking sosmed orang yang disukai.
4. Memanggil "teman" dengan panggilan mesra.
5. Memiliki dan menjadi pengguna aplikasi dating, meskipun sudah memiliki pasangan.
Bagi yang menganggap hal-hal diatas merupakan hal biasa dan wajar dilakukan, pemikiran tersebut merupakan hal yang salah dan tidak sepatutnya dilakukan.
Micro cheating ini bisa memunculkan perasaan kagum dan berkembang menjadi ketertarikan emosional pada orang lain selain pasangan.
Pada akhirnya, tindakan-tindakan salah yang dibiarkan tersebut bisa mengakibatkan keretakan pada hubungan dengan pasangan akibat ketertarikan yang berubah menjadi perselingkuhan.
Nah, karena hal itu untuk mengatasi perilaku micro-cheating yang rentan terjadi karena kebersamaan terhadap teman lawan jenis yang intens.
Perlu beberapa tindakan yang perlu ditanamkan dalam hubungan agar terhindar dari perilaku micro-cheating, diantara lain:
1. Memberikan Batasan
Memberikan batasan bukan berarti harus mengorbankan profesionalitas, tetapi hindari tendensi kedekatan yang berlebihan terhadap lawan jenis.
2. Membicarakan Masalah
Membicarakan masalah kepada pasangan mengenai apa yang sedang dialami juga bisa memperkuat bonding diantara keduanya sehingga tidak memberi celah untuk orang lain masuk.
3. Memperkuat Komitmen
Melakukan beberapa aktifitas yang bisa memunculkan rasa aman dan memperkuat komitmen kepada pasangan seperti kencan bersama, olahraga bersama atau deeptalk bareng pasangan.
4. Menjaga Ketertarikan Pada Pasangan
Menanamkan mindset bahwa pasangan adalah orang terbaik yang hadir dalam hidup kita, ingat kembali bagaimana kita bisa merasa tertarik pada pasangan dari segi fisik maupun emosional.
5. Menerima Perbedaan
Melakukan evaluasi berkala tentang apa yang sudah dicapai bersama pasangan atau bagaimana saling menerima dan mengapresiasi perbedaan masing-masing menjadi lebih baik.
Begitulah beberapa utas terkait micro cheating, contoh bentuk-bentuk dari micro cheating dan bagaimana menghindari micro-cheating serta mengapresiasi pasangan kita.
Source: @psikologid
Editor : Baskoro Septiadi