Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Ciri-ciri Kandidat Pelamar Kerja yang Pasti Ditolak HRD, Jobseeker Harus Tau

Aby Genta Putra Prasetya • Rabu, 20 Maret 2024 | 03:59 WIB
Ilustrasi pekerja
Ilustrasi pekerja


RADARSEMARANG.ID - Dalam melamar pekerjaan, banyak syarat-syarat yang harus dipenuhi, melamar kerja juga tidak boleh sembarangan.

Untuk memfilter kandidat-kandidat yang akan diteriman oleh perusahaan, para pelamar ini biasanya akan masuk proses seleksi.

Nah dalam proses seleksi ini,merupakan tanggung jawab oleh HRD, bagian ini memiliki jobdesk untuk memilih para kandidat pelamar yang diterima dan ditolah olah perusahaan.

HRD atau Human Resource Development bertanggung jawab dalam kualitas pekerjaan karyawan yang berada dalam perusahaan.

HRD memiliki pertimbangan sendiri dalam merekrut atau menolak karyawan baru, berikut ini contoh-contoh hal yang secara sudah pasti bakal ditolak oleh HRD, jangan ditiru!

Berikut 5 hal-hal yang pasti membuat kamu tidak lolos saat melamar kerja dimata HRD dilansir @cocareer.id.

1. CV Tidak Jelas dan Tidak Sesuai Lowongan
CV atau Curiculum Vitae adalah perkenalan identitas dan riwayat hidup singkat yang dituliskan oleh pelamar.

CV harus jelas dan tanpa rekayasa sedikitpun, CV yang ambigu menjadi poin merah bagi pelamar kerja, gunakan CV yang sesuai dengan lowongan yang ingin anda masuki.

2. Latar Belakang CV Harus Konsisten
Konsistensi menjadi nilai plus dalam menerima pelamar kerja.

Apabila riwayat pekerjaanmu tidak kondisten dan berisi hal-hal yang tidak jelas, sudah pasti akan masuk ciri merah oleh HRD.

HRD akan menerima pelamar yang memberikan kontribusi dalam jangka yang panjang kepada perusahaan.

3. Referensi yang Buruk
Referensi adalah hal yang cukup penting saat anda membuat sebuah CV, karena mencangkup opini pihak lain terhadap kita.

Baca Juga: Butuh Tambahan Uang? Beberapa Aplikasi ini Tawarkan Pekerjaan untuk Pelajar dan Freelancer

Referensi berisi pendapat yang diutarakan oleh orang lain, dalam konteks ini merupakan orang yang pernah bekerja dengan kita.

Pastikan anda memilih referensi yang memberikan gambaran positif tentang kemampuan kinerja, profesionalitas dan karakteristik anda.

4. Alamat Email yang Kurang Profesional
Penggunaan email adalah sebagai sarana komunikasi lanjutan antara anda dengan HRD, disini anda bisa menerima kabar tentang penerimaan anda.

Nah disini anda harus memberikan kesan yang baik dalam memberikan alamat email anda, hindari penggunaan nama email yang santai dan tidak sopan, apalagi alamat email alay yang anda buat dimasa remaja.

5. Kesalahan Penulisan
Tata bahasa harus diperhatikan ketika membuat surat lamaran, hal ini menunjukkan ketelitian dan profesionalitas anda saat bekerja.

Lamaran yang didalamnya terdapat kesalahan penulisan (typho), akan dipertimbangkan ulang oleh HRD untuk diterima, maka dari itu periksa lamaran anda sebelum menyerahkannya ke HRD.

Editor : Baskoro Septiadi
#lowongan #Ditolak #Pekerjaan #hrd #tips