Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Warga Ramai-Ramai Tolak Sensus Ekonomi 2026, Ternyata Pertanyaan Ini yang Bikin Risih

F
Penulis: Falakhudin❯
Warga Ramai-Ramai Tolak Sensus Ekonomi 2026, Ternyata Pertanyaan Ini yang Bikin Risih
Warga Ramai-Ramai Tolak Sensus Ekonomi 2026, Ternyata Pertanyaan Ini yang Bikin Risih

Advertisement

 

RADARSEMARANG.ID — Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di berbagai wilayah mulai mendapat penolakan dari warga. 

Banyak masyarakat merasa risih dan enggan membukakan pintu bagi petugas sensus karena materi pertanyaan yang dinilai terlalu masuk ke ranah pribadi.

Advertisement

Bukan tanpa alasan, penolakan ini dipicu oleh kekhawatiran warga bahwa data yang mereka berikan akan bocor atau disalahgunakan untuk mendasari penarikan pajak baru oleh pemerintah.

 

Advertisement

Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi yang Bikin Warga Resa

Berdasarkan laporan di lapangan, terdapat empat poin Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi sensitif yang paling sering memicu perdebatan dan penolakan dari warga:

  • Nomor Induk Kependudukan (NIK): Warga khawatir pencatatan NIK yang dikombinasikan dengan data keuangan rawan memicu kebocoran data pribadi.
  • Detail Omzet dan Pendapatan: Pertanyaan mengenai jumlah gaji bulanan atau keuntungan bersih usaha dinilai terlalu sensitif dan ditakuti menjadi acuan target pajak
  • Kepemilikan Aset Rumah Tangga: Petugas sensus menanyakan aset spesifik yang dimiliki, mulai dari simpanan emas hingga jumlah tabung gas di rumah.
  • Rincian Kekayaan Keluarga: Pendataan menyeluruh terhadap kondisi finansial keluarga membuat warga merasa privasinya dilanggar.

 

Penjelasan BPS: Data Bukan untuk Pajak

Menanggapi fenomena penolakan yang meluas, pihak Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan klarifikasi tegas. 

BPS menjamin bahwa seluruh data yang dikumpulkan dalam Sensus Ekonomi 2026 bersifat rahasia dan dilindungi oleh undang-undang.

BPS menegaskan bahwa data sensus murni digunakan sebagai acuan pemetaan peta ekonomi nasional dan penyusunan kebijakan pembangunan, bukan untuk keperluan Direktorat Jenderal Pajak.

Meskipun demikian, krisis kepercayaan publik terhadap keamanan data negara membuat sosialisasi di tingkat rukun tetangga (RT) kini harus diperketat agar program nasional ini tetap berjalan lancar.

Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 murni untuk kepentingan statistik, bukan untuk perpajakan maupun penghapusan bansos. 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bansos Kemensos Juli 2026 Tahap 3 Cair Hari Ini, Cek Nama Penerima PKH dan BPNT Lewat HP

Bansos Kemensos Juli 2026 Tahap 3 Cair Hari Ini, Cek Nama Penerima PKH dan BPNT Lewat HP

Kabar gembira! Bansos PKH dan BPNT Juli-September 2026 cair hingga Rp750 ribu. Simak cara cek penerima manfaat dan status saldo KKS Anda di sini.

Panduan Cek Penerima Bansos Kemensos 2026: Dana Tahap 3 Mulai Ditransfer ke Rekening KKS Bank Himbara

Panduan Cek Penerima Bansos Kemensos 2026: Dana Tahap 3 Mulai Ditransfer ke Rekening KKS Bank Himbara

Kabar gembira! Bansos PKH dan BPNT Juli-September 2026 cair hingga Rp750 ribu. Simak cara cek penerima manfaat dan status saldo KKS Anda di sini.

Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT Juli 2026 Resmi Dimulai, Cek Penerima Berdasarkan Data Terbaru Kemensos

Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT Juli 2026 Resmi Dimulai, Cek Penerima Berdasarkan Data Terbaru Kemensos

Bansos PKH dan BPNT Kemensos mulai cair 20 Juli 2026. Simak jadwal pencairan, daftar bantuan sosial, serta perubahan data penerima berdasarkan DTSEN terbaru.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer