alexametrics

Mana Yang Lebih Baik? Investasi Saham atau Forex?

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID-Investasi bukanlah lagi hal yang asing di telinga masyarakat Indonesia masa kini. Bahkan sejak adanya pandemi COVID-19, banyak orang semakin sadar bahwa memiliki pekerjaan saja tidaklah cukup.

Siapapun bisa kehilangan pekerjaan kapanpun, maka dari itu, memiliki dana cadangan sangat diperlukan, salah satu cara untuk mendapatkannya adalah dengan berinvestasi. Ada banyak jenis investasi menguntungkan yang bisa Anda coba.

Jenis investasi yang populer hingga kini adalah investasi saham dan forex (foreign exchange). Saham atau forex sama-sama merupakan jenis investasi aset yang bisa diubah menjadi uang tunai tanpa mengurangi nilainya secara drastis (likuid).

Namun, ada perbedaan antara saham dan forex. Keduanya mampu memberikan keuntungan yang cukup signifikan. Lalu, manakah diantara kedua jenis investasi tersebut yang paling cocok untuk Anda? Saham atau forex?

 

Pilih Investasi Saham atau Forex? Inilah Perbedaannya

1. Bentuk Instrumen yang Diperdagangkan

Saham

Saham adalah instrumen investasi dalam bentuk surat. Surat tersebut merupakan bukti bahwa seseorang memiliki bagian dalam modal suatu perusahaan. Jika orang tersebut punya saham, artinya dia juga punya hak atas sebagian aset perusahaan yang bersangkutan.

Forex

Forex biasa juga disebut dengan valas (valuta asing) atau mata uang asing. Jadi, trading forex adalah kegiatan perdagangan yang dilakukan dengan menukarkan mata uang asing. Keuntungan dari pertukaran mata uang asing ini didapatkan dari selisih nilai mata uang yang diperjualbelikan.

2. Pilihan Instrumen yang Diperdagangkan

Saham

Dalam urusan pilihan, ada banyak sekali jenis saham yang bisa Anda perjual-belikan, tidak hanya terbatas pada saham perusahaan lokal yang tergabung dalam BEI (Bursa Efek Indonesia), namun juga saham perusahaan-perusahaan asing di seluruh dunia juga bisa.

Baca juga:  Pegadaian Optimis Pertumbuhan Kinerja Meningkat

Forex

Berbeda dengan saham, forex memiliki pilihan instrumen yang jauh lebih sedikit. Hal ini dikarenakan sebagian besar investor cenderung lebih fokus pada mata uang yang memiliki nilai tukar tinggi, seperti euro (EUR) terhadap dollar Amerika (USD) atau pound sterling (GBP) terhadap dollar Amerika (USD).

Dengan sedikitnya pilihan instrumen dalam trading forex, Anda jadi tidak perlu terlalu bingung mau memilih berinvestasi pada valas yang mana. Namun, Anda juga jadi tidak punya banyak pilihan jika ingin bereksperimen dengan instrumen lain.

3. Jangka Waktu Keuntungan

Saham

Investasi saham masih sangat diminati hingga kini. Pergerakan harga saham cenderung tidak terlalu fluktuatif. Hal ini membuat investasi jenis ini cocok bagi Anda yang ingin mendapat keuntungan untuk jangka panjang.

Forex

Berbeda dengan saham, forex memiliki pergerakan harga yang sangat fluktuatif. Hal inilah yang membuat trading forex sesuai untuk Anda yang ingin menuai keuntungan dalam waktu yang relatif singkat.

Perbedaan fluktuasi pasar saham dengan forex yang cukup signifikan ini dipengaruhi oleh perbedaan kapitalisasi pasar. Pasar forex memiliki kapitalisasi pasar yang lebih besar daripada pasar saham.

4. Tingkat Likuiditas

Saham

Dalam investasi saham atau forex, likuiditas yang tinggi menandakan bahwa investasi tersebut ramai diperdagangkan. Hal ini membuat para investor tidak merasa khawatir karena membelinya, karena setelahnya pasti akan ada yang membelinya jika ia ingin menjualnya kembali.

Jadi, likuiditas saham juga bergantung pada popularitasnya bagi para investor maupun besarnya modal yang diinvestasikan pada saham tersebut. Hal ini menandakan likuiditas saham bersifat relatif.

Forex

Karena forex menjanjikan keuntungan yang besar dan cepat, bahkan bisa dimulai dengan modal kecil, membuatnya memiliki banyak peminat. Hal ini membuat banyaknya volume transaksi yang terjadi.

Baca juga:  Menko Airlangga Ajak KADIN Indonesia Melihat Pandemi sebagai Momentum Kemandirian Jangka Panjang

Jadi, bisa dikatakan bahwa likuiditas forex sangatlah tinggi karena jumlah transaksi yang terjadi di seluruh dunia juga sangat tinggi. Namun, likuiditas tinggi juga memiliki resiko yang tinggi.

5. Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Analisis Pasar

Saham

Dalam hal berinvestasi – baik itu saham atau forex – Anda harus memiliki kemampuan menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan harga instrumen. Hal yang perlu diperhatikan dalam menganalisis pasar saham adalah mulai dari laporan keuangan perusahaan, hingga kondisi negara dimana perusahaan tersebut berada.

Anda mungkin pernah mendengar istilah candlestick dalam investasi saham, forex, maupun lainnya. Candlestick merupakan pola yang bisa dijadikan patokan dalam menganalisa keadaan pasar secara teknis.

Pola candlestick dapat membantu Anda membaca prediksi harga saham atau forex dalam periode tertentu, mulai dari harga tertinggi, terendah, pembukaan, dan penutupan.

Forex

Sementara dalam forex, Anda tidak perlu menganalisa hal yang sebanyak itu. Karena urusannya langsung dengan mata uang sebuah negara, maka Anda cukup menganalisis kondisi negara yang satu dan negara lainnya.

Jika Anda ingin lebih mudah dalam menganalisa, ada kalkulator forex yang sangat bermanfaat untuk membantu Anda dalam mengetahui peluang potensi meraih keuntungan atau kerugian dalam trading forex.

6. Waktu Perdagangan Instrumen

Saham

Jika Anda ingin melakukan jual-beli saham, Anda harus mengikuti jadwal dagang BEI (Bursa Efek Indonesia). BEI buka pada hari Senin hingga Jumat dalam 2 sesi yang disesuaikan dengan waktu JATS (Jakarta Automated Trading Systems).

Forex

Jika Anda memilih berinvestasi forex, Anda bisa melakukannya selama 24 jam dalam hari kerja, yaitu dari hari Senin hingga Jumat. Waktunya cenderung lebih fleksibel daripada investasi saham.

Baca juga:  GPK Bedah Rumah, Begini Respon Ketua DPW PPP Jateng

7. Sifat Transaksi

Saham

Hal berikutnya yang perlu diperhatikan dalam memilih investasi saham atau forex adalah sifat transaksinya. Dalam transaksi saham, Anda hanya bisa membeli saham saat pembukaan bursa, lalu menjualnya ketika penutupan bursa.

Forex

Sementara pada forex, Anda bisa membelinya, lalu bisa menjualnya dalam waktu singkat. Namun, jika kemudian Anda ingin membelinya kembali, Anda perlu menunggu setelah beberapa waktu.

8. Penggunaan Aset dan Sumber Dana

Saham

Leverage adalah perbandingan margin trader dengan besaran dana pinjaman dari broker untuk meningkatkan keuntungan. Maksudnya, Anda bisa menggunakan margin yang lebih kecil dari nominal kontrak yang ingin ditransaksikan.

Leverage pasar saham bisa dikatakan sangat kecil, bahkan bisa juga sampai sama sekali tidak ada. Jadi, besaran saham yang bisa Anda ambil cenderung sebanding dengan besaran modal yang Anda keluarkan.

Forex

Berbeda dengan saham, forex menawarkan leverage yang lebih tinggi. Rasio yang umum disepakati adalah 1:100 hingga 1:200. Jadi, misal Anda memilih leverage 1: 100, maka dengan modal Rp 100,000 saja, broker bisa menyediakan dana Rp 10,000,000 untuk membuka perdagangan.

Itulah perbedaan investasi saham dan forex yang perlu Anda ketahui. Setelah membaca penjelasan tersebut diatas, Anda bisa menentukan sendiri jenis investasi saham atau forex yang terbaik untuk Anda. Pastikan Anda sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan Anda.

Jangan lupa juga untuk selalu memastikan Anda memahami betul investasi yang Anda pilih. Jika Anda cermat dan menganalisa dengan matang, keuntungan besar bisa Anda raih, begitupun sebaliknya. Jadi, mana yang lebih baik menurut Anda secara pribadi? Investasi saham atau forex? (web/ap)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya