Hasilkan 90 Produk Kreatif Eceng Gondok Dalam 4 Hari

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Hanya dalam empat hari, sebanyak 25 peserta menghasilkan 90 produk kreatif eceng gondok di Balai Latihan dan Koperasi (Balatkop) Jateng, Kamis (11/8).

Pelatihan Sistem Pengendalian Intern dan Eceng Gondok ini sengaja digelar untuk mengatasi permasalahan tanaman gulma tersebut yang tersebar di banyak daerah rawa. Lalu sebagai wujud dukungan terhadap produk ramah lingkungan.

“Pengusaha kerajinan di daerah yang punya masalah eceng gondok kami latih jadi peserta intensif di sini,” terang Pendiri Bengok Craft Firman Setya Aji kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dari sekian peserta, lima di antaranya memiliki basic mengolah eceng gondok. Aji pun membagi peserta dalam lima kelompok. Kemudian memberikan penugasan untuk membuat 3-5 produk untuk masing-masing peserta di setiap kelompok. Dengan kerja kelompok, peserta lebih bersemangat menyelesaikan misi.

Baca juga:  Harga Telur Melambung, Tembus Rp 30.000 Per Kilogram

Meski baru memegang eceng gondok, peserta lihai dan menunjukkan banyak kreasi baru. Pasalnya mereka memiliki latar seni dan kerajinan tangan. Bahkan bagi yang pertama kali menggunakan mesin jahit peserta langsung beradaptasi.

“Mereka sudah perajin sebelum belajar buat eceng gondok, jadi di sini banyak melahirkan perpaduan produk dengan kerajinan lain, seperti kulit, rajut, dsb,” imbuh instruktur muda itu.

Koran ini menjumpai Ricky Budianto yang telah bergelut empat tahun di kerajinan kulit. Peserta asal Semarang itu membuat kombinasi sandal kulit dengan eceng gondok. Ia juga menghasilkan topi kompeni, cover korek api, tas selempang, bantal, buku, hingga masker.

“Produk kulit ini kan sudah biasa, saya butuh nilai keunikan untuk pembeda dan bisa saya temukan di sini dengan eceng gondok,” tutur lelaki berambut ungu itu.

Baca juga:  Dukung World Superbike dan MotoGP, Telkom Bangun Infrastruktur ICT dan Konektivitas Kelas Dunia

Ajin menilai setiap peserta memiliki keunikan karya tersendiri. Sementara kalangan ibu-ibu dilihat cenderung menonjolkan detail ketelitian dan kerapian dalam setiap produk. Tiga difabel yang juga peserta pun tak kalah kreatif mampu membuat songkok, keranjang buah, hingga taplak.

Ia bangga dengan berbagi pada sesama perajin, produknya semakin bervariasi. Ia harap ilmu yang dimiliki dapat mendorong potensi produk kreatif lokal berkembang di masing-masing daerah.

Acara pelatihan intensif dirampungkan dengan pameran Berdikari Fashion Week. Sebanyak lima kelompok bergantian unjuk produk di zebra cross samping gedung.

Balatkop UKM Jateng mencoba menampilkan 90 produk milik peserta dengan kemasan kreatif dan menarik. Sehingga dapat mempromosikan hasil karya sekaligus menjangkau pengguna internet yang lebih luas. (taf/ida)

Baca juga:  Investor Pasar Modal dari Milenial Meningkat 50 Persen

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya