alexametrics

Bank Indonesia Jadikan Mal Tentrem Pilot Project SIAP QRIS

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang-Bank Indonesia (BI) Jateng terus berupaya meningkatkan penggunaan digitalisasi pembayaran melalui Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS). Kali ini, menjadikan Mal Tentrem sebagai pilot project sebagai Pusat Perbelanjaan Sehat, Inovatif, dan Aman Pakai QRIS (SIAP QRIS) di Kota Semarang.

Bank Indonesia Jateng dalam peluncuran yang dilaksanakan Kamis (14/4) tersebut, diwakili oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng Panji Achmad menegaskan perlunya digitalisasi pada sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor, termasuk pada pusat perbelanjaan modern maupun tradisional.

“Sebagai otoritas moneter dan sistem pembayaran, Bank Indonesia berupaya mengeluarkan inovasi-inovasi digital. Salah satu inovasi digitalisasi pembayaran yang tepat diterapkan di pusat perbelanjaan modern maupun tradisional untuk pembayaran retail adalah QRIS,” katanya.

Baca juga:  Teknologi dan Inovasi Sektor Keuangan Mewujudkan Green Economy

Sedangkan merchant pengguna QRIS di Jateng saat ini mengalami peningkatan signifikan sebesar 106 persen (yoy) dari 132.878 merchant pada Maret 2021 menjadi 273.684 merchant pengguna QRIS pada Maret 2022. Semarang sendiri menjadi lokasi strategis bagi perluasan digitalisasi pembayaran mengingat 21 persen merchant QRIS di Jateng berada di Kota dan Kabupaten Semarang.

Sejalan dengan tingginya jumlah merchant, volume transaksi QRIS di Jateng pada Februari 2022 juga mengalami peningkatan sangat signifikan, yaitu sebesar 448 persen (yoy), dari semula 834.335 kali transaksi pada Februari 2021 menjadi 4.574.571 kali transaksi pada Februari 2022.

“Program Pasar atau Pusat Perbelanjaan SIAP QRIS ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Perdagangan, Bank Indonesia, dan Penyedia Jasa Pembayaran dalam memperluas digitalisasi pembayaran,” imbuhnya.

Baca juga:  Investasi Ilegal Rugikan Rp 117,4 Triliun

Program tersebut sejalan dengan upaya pemulihan perekonomian di Jateng yang sudah dimulai sejak tahun 2021. Tidak terkecuali di Kota Semarang, pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Semarang di tahun 2021 mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi, sebesar 5,16 persen (yoy). Meningkat signifikan dari pertumbuhan di tahun sebelumnya yang mengalami kontraksi sebesar -1,85 persen (yoy).

“Sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor merupakan sektor tertinggi ketiga penyumbang PDRB Kota Semarang tahun 2021. Sektor tersebut menyumbang 13,46 persen PDRB Kota Semarang tahun 2021 dan mengalami pertumbuhan positif dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu yang turut membuka SIAP QRIS ini mendukung program digitalisasi pembayaran melalui QRIS ini. Pihaknya juga akan mendorong UMKM go digital dan semakin naik kelas. Tak hanya mal yang memanfaatkan QRIS, tapi juga hotel. “Kami mendorong hotel-hotel di Kota Semarang menggandeng UMKM, memberikan ruang displai, dan transaksinya menggunakan QRIS,” ujarnya.

Baca juga:  Harus Berburu Pasokan Ikan dari Jatim dan Bali

Sementara itu, GM Mal Tentrem Nadya Lonianto menambahkan, sebanyak 30 tenant di Tentrem Mall, sebanyak 88 persen telah menerima pembayaran digital melalui QRIS. “Setelah dilaksanakannya launching ini, kami akan terus mendorong jumlah tenant lainnya untuk melakukan digitalisasi pembayaran melalui QRIS. Bahkan kami bekerjasama dengan berbagai bank,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, dibuka pula kegiatan Bazaar UMKM BNI Go Digital yang akan diadakan pada 14-17 April 2021. Bazaar tersebut diikuti oleh UMKM-UMKM yang telah terdigitalisasi. (ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya