alexametrics

Jelang Ramadan, Harga Sembako Mulai Merangkak Naik

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Jelang bulan Ramadan, beberapa sembako mengalami kenaikan harga. Imbasnya omzet pedagang semakin turun. Sembako yang naik diantaranya cabai, telur, dan tomat.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang di Pasar Bulu, Kota Semarang, penjualan sembako dari beberapa pedagang lesu. Hal itu disebabkan karena sejumlah harga sembako mengalami kenaikan yang cukup tinggi.

Nuryanti, salah satu pedagang sembako di Pasar Bulu mengeluh. Pasalnya, sejumlah harga kebutuhan pokok bukannya turun atau tetap namun semakin melambung. Imbasnya orang enggan membeli. “Pembeli tak sebanyak ketika harga lebih murah,” katanya, (7/3).

Ketika didatangi, barang dagangannya pun masih lumayan banyak. Terlihat ada cabai, tomat, bawang merah, bawang putih, beras, gula, telur, dan berbagai bumbu dapur. “Ini yang mulai mahal lagi (sambil mengeruk cabai rawit merah). Harganya memang tidak pernah stabil,” ujarnya.

Baca juga:  Menko Airlangga Optimistis Ekonomi Tumbuh 7-8 Persen Pada Kuartal II

Nuryanti menyebutkan, harga cabai saat ini mencapai Rp 60 ribu/Kg. Menurutnya kenaikan lantaran beberapa bulan lalu harganya masih di kisaran Rp 25 ribu/Kg. “Kemudian naik jadi Rp 35 ribu/Kg. Naik lagi hingga harga Rp 52 ribu/Kg selama beberapa minggu. Sekarang udah nyampai Rp 60 ribu/Kg,” katanya.

Selain cabai, harga tomat juga ikut naik. Yang awalnya termasuk tinggi Rp 12 ribu/Kg, saat ini sudah mencapai Rp 16 ribu/Kg. Disinggung soal minyak goreng yang sebelumnya juga sempat melambung, Nuryanti mengaku tak ada stok, namun harga sudah stabil.

Siti Isnaeni, pedagang sembako lainnya juga mengeluhkan tingginya harga telur. Sebelumnya, harga telur hanya berkisar Rp 22 ribu hingga Rp 23 ribu. “Sekarang ini sudah mencapai Rp 25 Ribu,” tuturnya.

Baca juga:  Tunda HUT, Gerindra Fokus Tangani Bencana

Baginya, dampak kenaikan harga telur, omzet penjualannya turun hingga 50%. Sebelum harga naik, Siti bisa menjual satu kotak telur. Namun, setelah mengalami kenaikan hanya mampu terjual setengahnya. “Orang tak mau beli kalau harga naik. Kan mereka tanya harga dulu, kalau mahal cari yang lebih murah,” ungkapnya.

Ia tidak tahu menahu penyebabnya apa. Dari pemasok harga sudah naik. Mau tidak mau, dirinya juga harus menaikkan harga supaya tetap untung. (cr3/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya