alexametrics

Realisasi Pajak Restoran Kota Semarang Hanya 54,5 Persen

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Potensi pendapatan dari pajak restoran ternyata belum maksimal. Realisasi tahun ini hanya di angka 54,5 persen. Pasalnya masih banyak pemilik restoran yang belum mengetahui kewajibannya menyetorkan pajak pertambahan nilai (PPN) 10 persen kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang Iswar Aminuddin mengatakan masih banyak pelaku usaha restoran yang belum mengetahui terkait penyetoran pajak restoran kepada pemerintah. Hal ini, lanjut Iswar, perlu dilakukan sosialisasi kepada pelaku usaha.

“Sempat saya tanya-tanya kepada teman-teman resto, mereka tahunya menjadi wajib pajak. Padahal bukan seperti itu, mereka hanya memungut saja dari masyarakat yang kemudian dibayarkan ke Pemkot,” katanya usai menghadiri acara pengundian program ‘Makan Kenyang Dapat Hadiah’ di Gedung Moch Ichsan Kamis (23/12).

Baca juga:  Pengelola Koperasi Harus Melek Teknologi

Agar pajak restoran bisa maksimal, perlu kerjasama antara Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bersama stakeholder, seperti pelaku usaha dan masyarakat agar mengetahui tugas dari restoran adalah menyetorkan pajak.

“Artinya dengan undian ini bisa mendorong pendapatan pajak. Masyarakat bisa mengambil struktur dan dilaporkan ke kami, sebagai bahan evaluasi pendapatan pajak dari restoran,” tutur dia.

Kepala Bapenda Kota Semarang Agus Wuryanto mengakui jika pendapatan pajak restoran masih belum maksimal. Hal ini dipengaruhi pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, penerapan PPKM Level 1 di Semarang pun baru pada Oktober lalu, sehingga belum bisa mendongkrak pendapatan.

Ia mengakui potensi pendapatan pajak restoran masih bisa dimaksimalkan. Indikatornya jika restoran ramai, maka pendapat pajak akan meningkat. “Realisasi tahun ini di angka Rp 130 miliar atau 54,5 persen dari target Rp 249 miliar,” tambahnya.

Baca juga:  Ikuti Pelatihan Berjenjang Balatkop UKM, Omzet Meroket, Tenaga Kerja Berlipat Ganda

Secara keseluruhan, kata Agus, total pendapatan pajak asli daerah pada tahun ini di angka 87,59 persen atau sebesar Rp 4,350 triliun. Lebih baik dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama, di mana pendapatan di angka Rp 4,1 triliun.

“Periode yang sama pada tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu, pendapatan tahun ini lebih tinggi sebesar Rp 250 miliar,” jelasnya. (den/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya