alexametrics

Harga Cabai Naik, Jateng Alami Inflasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kenaikan harga makanan, minuman, dan tembakau berdampak langsung pada perkonomian Jateng. Oktober kemarin Jateng mengalami inflasi sebesar 0,25 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,26.

Dibandingkan Desember 2020 inflasi Jateng mencapai 0,70 persen. Namun secara year on year bila dibandingkan Oktober tahun lalu inflasi sebesar 1,35 persen. Angka 0,25 persen tersebut mengindikasikan peningkatan permintaan. Sebagian sektor menjadi lebih produktif karena adanya pelonggaran kegiatan. Meskipun masih jauh dari target yang ditetapkan pemerintah daerah, yakni dua persen.

“Perkembangan harga di Bulan Oktober ini lebih terasa,” ungkap Sentot Bangun Widoyono, Plt kepala BPS Jateng kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dari enam kota IHK di Jateng, semua kota mengalami inflasi. Angka terbesar dialami Kota Tegal dengan inflasi 0,45 persen dan Purwokerto 0,35 persen. Lalu diikuti Semarang, Surakarta, Cilacap, dan Kudus.

Baca juga:  Telkom Luncurkan Versi Terkini myIndiHome, Berikan Kemudahan Pelanggan Kelola Layanan

Disebutkan penyebab utama inflasi ialah kenaikan harga cabai merah, minyak goreng, angkutan udara, cabai rawit, dan rokok kretek filter. Paling menonjol merupakan cabai merah. Pasalnya kelangkaan pasok terjadi lantaran memasuki musim tanam cabai.

Sedangkan, penahan utama inflasi di Jateng adalah penurunan harga telur ayam ras, tomat, mobil, emas perhiasan, dan batu-bata tela. Di samping produksi yang meningkat tinggi, suplai yang masuk ke Jateng juga bertambah. Para petani juga sempat mengeluhkan hal itu.

Namun demikian, dibandingkan ibukota provinsi lainnya di Jawa, Semarang menduduki posisi kedua inflasi tertinggi setelah Yogyakarta. Sedangkan Surabaya, Jakarta, Bandung, dan Serang mengikuti setelahnya. Sedikit lebih lambat ketimbang Semarang dan Yogyakarta. (taf/ida)

Baca juga:  Jelang Ramadan, Harga Sembako Mulai Merangkak Naik

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya