alexametrics

Pertama Ikut Pameran, Stok Habis Diborong Pembeli

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pertama kali Keripik Singkong Umbiis diikutkan pameran Lapak Gayeng di Java Mall, stok langsung habis diborong pembeli. Tak hanya itu, produk olahan singkong lainnya juga laris meski baru diluncurkan.

Program Kadin Jawa Tengah untuk membangkitkan perekonomian para pelaku UKM itu berlangsung dari 27-31 Oktober. Sejak hari pertama, pembeli di stand PT Boga Makmur Gracia terus bertambah. Pasalnya para penjaga stan menawarkan terster gratis kepada setiap pengunjung mal yang berlalu lalang. Mereka yang terhipnotis oleh rasanya langsung membeli.

“Kita persiapan dadakan, makanya packaging seadanya. Eh ternyata tetep banyak yang suka,” ungkap Ana, salah seorang pegawai kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Di awal pameran, setidaknya ada sekitar 100 pengunjung yang mampir ke stan itu. Kini pembeli sudah berlipat tak terhitung. Bahkan beberapa yang ketagihan rela kembali di hari berikutnya untuk membeli jajanan olahan singkong lagi.

Baca juga:  Jaga Stabilitas Rupiah, BNI-BI Sosialisasikan DNDF

Produk utamanya memang ubi ungu yang diolah menjadi kripik renyah. Selain itu terdapat kripik singkong dengan berbagai rasa dan olahan. Harganya pun relatif murah. Dibanderol mulai Rp 25 ribu dengan isi 10 kemasan Umbiis siap makan. Lalu Rp 18 ribu untuk 500 gram Umbiis mentah.

Dikatakan, awalnya Ana memproduksi untuk brand makanan terkenal di Indonesia. Selama pandemi produksi justru meningkat karena masyarakat lebih banyak mengemil saat beraktivitas di rumah. Melihat peluang emas tersebut, akhirnya timnya mencoba membuat produknya sendiri. “Beneran baru ini kita ikut pameran dan jual produk. Di samping itu, kita belum jualan di mana-mana,” imbuhnya.

Percobaan pertamanya dapat dibilang sukses. Dalam sehari ia bisa menyetok ulang beberapa jenis jajanan. Untungnya rumah produksi tak begitu jauh, di Limbangan, Kendal. Sehingga Ana dapat me-restock langsung. Omzetnya mulai Rp 1,5 juta per hari dari beberapa olahan singkong yang dijual. “Mungkin yang membedakan itu bumbunya dan standar pengolahan produk,” tutupnya. (taf/ida)

Baca juga:  Kasus Covid-19 Meningkat, Wajibkan Sekolah Tertib Pakai Masker

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya