alexametrics

Saatnya UMKM Kota Semarang Naik Kelas

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kebangkitan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Semarang terus digenjot dengan berbagai inovasi. Yang terbaru, Pemkot Semarang memfasilitasi 200 UMKM untuk memiliki desain kemasan yang lebih baik dari sebelumnya. Harapannya, para pelaku UMKM bisa naik kelas.

Kegiatan pelatihan desain kemasan produk UMKM itu dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM di Balai Kota Semarang, Senin (25/10). Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi hadir secara langsung. Selain pelatihan, Dinas Koperasi dan UMKM juga memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM untuk mendesaian kemasan produknya. Setiap UMKM peserta pelatihan juga memperoleh 1.000 kemasan sesuai desain yang telah ditentukan secara gratis.

Baca juga:  Hadirkan Kualitas Udara Lebih Baik, GrabCar Premium Dilengkapi Air Purifier

Pria yang akrab disapa Hendi ini menekankan, program tersebut akan terus dilakukan melibatkan UMKM lain, dan menjadi program prioritas Pemkot Semarang.

“Ini program dedicated, jadi kita ingin membantu UMKM supaya mempunyai nilai tambah dengan pelatihan design packing produk mereka,” tutur Hendi.

Ia menjelaskan munculnya gagasan program itu sendiri berawal dari pengalamannya saat menyambangi sejumlah pelaku UMKM di Kota Semarang. Dirinya mengungkapkan banyak menjumpai UMKM belum memiliki kemasan produk yang representatif.

“Saya sering mendapati banyak yang belum profesional, padahal rasanya enak. Tapi karena tidak dikemas baik, harganya ya biasa-biasa saja,” cerita Hendi.

Padahal dengan kemasan yang menarik, akan meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, karena bisa menambah nilai produk yang dihasilkan dan dijual.

Baca juga:  Pembangunan Transmisi Gas Semarang-Cirebon Terkendala KIB

“Orang akhirnya yakin dan percaya bahwa yang mereka beli itu produknya sehat, berkualitas, dan enak rasanya, dengan demikian penjualan pun akan meningkat,”katanya.

Hendi juga memberikan motivasi melalui pengalaman pahit hidupnya semasa jadi pelaku UMKM, yakni kualitas penjualan barang yang menurun karena tidak melakukan pengawasan. Pihaknya berpesan agar para pelaku UMKM tidak cepat puas dengan produk mereka setelah mendapatkan order maupun penjualan yang bagus, namun juga terus melakukan pengawasan.

“Kegagalan menjadi pengalaman buat saya, ditelateni dan ditekuni. Alhamdulillah dari sedikit-sedikit jualan amplas, Alhamdulillah bisa jadi kontraktor, Alhamdulilah jadi wali kota,” terang Hendi.

Salah satu peserta pelatihan, Oktaviani, mengungkapkan, rasa senang dan berterima kasih karena telah memperoleh bantuan dari Pemkot Semarang. “Saya berharap UMKM di Semarang semakin besar dan maju. Kami pelaku juga dibantu dalam mengembangkan usaha kami,” katanya penuh syukur. (den/aro)

Baca juga:  Makam KH Sholeh Darat Makin Bagus

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya