alexametrics


Sinergi Percepat Digitalisasi Daerah, Bank Indonesia dan Pemda Bentuk TP2DD

Gelar Jateng Digital Festival 2021

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID-Transformasi digital membawa perubahan dalam seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, khususnya aktivitas perekonomian. Digitalisasi juga merupakan salah satu kunci untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional dan daerah di masa pandemi.

PERWAKILAN Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dan pemerintah daerah menyelenggarakan Jateng Digital Festival di Hotel Tentrem Kamis (9/9) kemarin. Sinergi dalam acara ini untuk melakukan pembentukan dan pengukuhan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Jateng yang diketuai Gubernur Jateng dan 35 TP2DD di tingkat kabupaten/kota di wilayah Jateng yang diketuai bupati/wali kota masing-masing.

Pengukuhan tim TP2DD se-Jateng ini dilakukan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo SH M.IP sekaligus mengajak seluruh TP2DD bersinergi mendorong digitalisasi, untuk menuju Jawa Tengah Sejahtera dan Berdikari. Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Dr Ir Muhammad Hudori M.Si CRGP bersama dengan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng.

Jateng Digital Festival yang diselenggarakan secara hybrid ini, juga dihadiri oleh peserta dari berbagai kalangan meliputi pemerintah provinsi, pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, akademisi, serta masyarakat umum.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng Pribadi Santoso menjelaskan, pembentukan TP2DD ini merupakan implementasi dari Keputusan Presiden (Kepres) nomor 3 tahun 2021 yang telah memandatkan kepada pemerintah daerah untuk membentuk Tim TP2DD yang diketuai oleh kepala daerah.

PENGUKUHAN TP2DD : Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng Pribadi Santoso memberikan sambutan dalam acara Jateng Digital Festival 2021 dan pengukuhan TP2DD Provinsi Jateng dan 35 TP2DD Kabupaten/Kota di Hotel Tentrem Kota Semarang Kamis (9/9). (HUMAS BANK INDONESIA)

“Kebijakan itu telah ditindaklanjuti oleh Pemprov Jateng dan pemerintah kabupaten/kota (Pemkab/Pemkot) di Jateng dengan membentuk satu TP2DD Provinsi Jateng dan 35 TP2DD di tingkat kabupaten/kota,” katanya.

Karena itulah, Jateng Digital Festival ini dirangkai dengan sharing session yang mengambil tema sinergi kebijakan dan inovasi untuk akselerasi pemulihan ekonomi dan stabilitas inflasi. Segmen pertama dan kedua sharing session membahas e-government dan wisata 4.0, serta UMKM go-digital. Kemudian segmen ketiga, membahas mengenai bagaimana digitalisasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan stabilitas inflasi.

Setiap segmen menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya. Dari sisi pemangku kebijakan, narasumber terdiri atas Kemenko Perekonomian, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Cilacap. Dari sisi pelaku ekonomi, narasumber didukung oleh pelaku usaha pariwisata, perbankan, UMKM, dan petani milenial. Sharing session ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan menjadi pedoman bagi seluruh pihak untuk mengimplementasikan digitalisasi sesuai kewenangan masing-masing. “Dengan demikian, pemahaman tentang bagaimana digitalisasi dapat mendorong perekonomian, diharapkan semakin meningkat,” katanya.

Untuk mengoptimalkan peran digitalisasi dalam mendorong pemulihan ekonomi di daerah, sinergi berbagai pihak sangat penting. Digitalisasi diharapkan dapat diaplikasikan pada berbagai sendi aktivitas perekonomian, mulai dari mendukung optimalisasi produksi, kelancaran perdagangan antardaerah, dan pemasaran berbagai komoditas secara lebih efisien.

“Kolaborasi antar-TP2DD dan TPID merupakan sinergi yang sangat penting. Karena itulah, perluasan digitalisasi ini dimotori oleh TP2DD, disertai dengan stabilisasi harga yang digawangi oleh TPID akan perekonomian Jateng,” katanya.

Saat ini, perkembangan digitalisasi di Jateng meningkat sangat signifikan. Ini tercermin dari tingginya merchant pengguna QRIS yang mencapai 673 ribu, pertumbuhan agen Layanan Keuangan Digital sebesar 10,6 persen (yoy), dan peningkatan penggunaan nominal uang elektronik yang tumbuh 64,3 persen (yoy). (bis/ida)

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya