alexametrics


Ekspor Meningkat, Dorong Perbaikan Ekonomi Jateng

Rekomendasi

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Meski PPKM terus diperpanjang, ekspor Jateng meningkat sebanyak 29,24 persen atau senilai 838,96 juta dolar. Hal itu lantaran permintaan dari luar negeri tinggi. Secara tidak langsung, impor meningkat 60,06 persen untuk memenuhi kebutuhan bahan baku.

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng Haryanta mengatakan, pihaknya tetap mendorong produksi dan ekspor bagi pelaku industri di Jateng. Sementara itu, untuk impor yang meningkat karena 87 persen untuk bahan baku produksi.

“Memang saat ini di neraca perdagangan defisit 397,42 juta dolar. Tapi kami mengalami surplus di banding tahun lalu,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Neraca perdagangan periode Januari-Juni 2020 Jateng surplus sebesar 285,19 juta dolar. Sedangkan tahun 2021 periode yang sama mengalami surplus sebesar 1.018,88 juta dolar. Di banding tahun lalu, terhitung surplus sebanyak 257 persen. Dengan ekspor paling banyak ke Amerika, Jepang, dan Tiongkok. “Komoditas utama yang diekspor itu tekstil dan produk tekstil. Lalu kayu dan produk kayu, kerajinan, kayu olahan, furnitur, dan sebagainya,” ungkapnya.

Dia katakan, berbagai upaya dilakukan Disperindag Jateng agar kegiatan industri dan ekspor terus berlangsung. Salah satunya, mengadakan program coaching untuk industri barang di Jateng. Dalam setahun, pelaku usaha mengikuti delapan kali pertemuan. Mereka dibekali bekal dari produksi hingga ekspor. “Terus kita adakan business matching untuk mempertemukan pelaku ekspor dengan pembeli luar negeri,” imbuh Hary.

Menurutnya, perkembangan ekspor saat ini karena sektor industri telah beradaptasi dengan situasi pandemi. Sehingga produksi dan perdagangan tetap berjalan sampai sekarang. Termasuk manajemen ekspor yang membaik. (taf/ida)

Artikel Menarik Lainnya

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya