Jelang Idul Adha, Pertamina Tambah dan Optimalkan Pasokan LPG di Jawa Tengah

117
STOK: Jelang Idul Adha Pertamina MOR IV Jateng-DIY optimalkan pasokan LPG. (tya/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Menjelang Hari Raya Idul Adha PT Pertamina MOR IV menambah pasokan LPG fakultatif hingga 9 persen atau setara dengan tambahan 99.971 tabung/hari untuk LPG Subsidi. Sedangkan untuk LPG non subsidi pasikan ditambah 2 persen dan 2% di wilayah Jawa Tengah.
 
“Penambahan pasokan dilakukan sebagai antisipasi kenaikan konsumsi LPG. Pertamina akan memberikan extra dropping di bulan Agustus secara keseluruhan (Brightgas, Elpiji 12kg dan LPG subsidi 3kg) 9% atau setara dengan 3.759 MT dari rata-rata normal 3.454 MT/bulan. Presentase ini dihitung dari kenaikan rata-rata normal harian yaitu 1.068.329 tabung/hari, di wilayah Jateng,” ujar Andar Titi Lestari Unit Manager Communication&CSR Pertamina Marketing Operation Region IV.
 
“Khusus untuk LPG 3 Kg, rata-rata harian konsumsi untuk Jateng adalah 1.168.200 tabung/hari. Selama periode Agustus, kami siapkan extra dropping 99.871 tabung/hari atau setara dengan kenaikan 9 persen,” tambah Andar.
 
Sebelumnya, Pertamina MOR IV juga telah menggelontorkan, extra dropping yang dilakukan di beberapa titik di antaranya Kabupaten Semarang 24.600 tabung, Kabupaten Bantul 8.400 tabung, Kabupaten Sleman 32.160 tabung, Kota Yogyakarta 17.680 tabung, Kabupaten Grobogan 9.520 tabung, Kabupsten Jepara 8.960 tabung, Kabupaten Kudus 7.840 tabung, Kabupaten Pati 8.960 tabung, Kabupaten Rembang 3.920 tabung dan Kabupaten Demak 6.720 tabung.
 
Adapun untuk elpiji non subsidi diperkirakan tidak terjadi peningkatan konsumsi secara berarti. “Meski begitu, kami akan tetap menyiagakan untuk menambah stock LPG NPSO (non subsidi) 2 persen atau menjadi 254MT dari rata-rata konsumsi normal 249MT/bulan.”
 
Ketahanan suplai dan stok LPG di Jawa Tengah telah ditunjang dengan keberadaan, 480 Agen dan 41.427 Pangkalan serta 830 SPBU yang tersebar di wilayah Jateng sebagai alternatif pilihan masyarakat mendapatkan LPG 3kg.

“SPBU ini sebagai stabilisator yang kami tugaskan layaknya Pangkalan yang juga menjual LPG 3kg sesuai dengan harga HET yang berlaku yaitu Rp. 15.500, dan mengisi Logbook. Sehingga pengguna LPG 3kg juga tetap menyertakan kartu identitas sebagai data.” ungkap Andar.
 
“Kami berkomitmen penuh dalam hal pendistribusian sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan kami harap masyarakat tidak melakukan panic buying terkait isu yang beredar mengenai kelangkaan LPG. Pertamina selalu mengevaluasi kebutuhan real pengunaan LPG 3 Kg, apabila dirasa kurang Pertamina akan mensuplai LPG 3 Kg secukupnya sesuai kebutuhan di wilayah tersebut,” jelasnya.
 
Andar juga menambahkan bahwa dukungan penuh dari masyarakat, untuk mengawasi keperuntukan LPG 3 Kg untuk rakyat miskin dan para usaha mikro, sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM no 26 Tahun 2009 tentang penyediaan dan pendistribusian LPG sangat diperlukan. Apabila terdapat kecurangan di pangkalan dan agen, Pertamina menyediakan layanan contact center pertamina 135 atau melalui email pcc@pertamina.com.(tya/ap)