Industri Mebel Waspadai Peritel Asing

518
PERMINTAAN NAIK: Konsumen tengah melihat furniture untuk lebaran di Furnimart Mrican Semarang. (Tri Sutristyaningsih/Radar Semarang)
PERMINTAAN NAIK: Konsumen tengah melihat furniture untuk lebaran di Furnimart Mrican Semarang. (Tri Sutristyaningsih/Radar Semarang)

SEMARANG – Pengusaha ritel mebel dan furniture, harus mewaspadai para peritel asing saat menghadapi pasar bebas. Ini penting agar peluang bisnis furniture tidak direbut oleh para peritel asing, mengingat Indonesia memiliki potensi para yang sangat besar.

Penegasan ini dikemukakan Direktur Furnimart Mebelindo Sakti, Santo Fransiscus, Sabtu (4/7) di showroom Furnimart, Mrican Semarang. Menurutnya menghadapi persaingan pasar bebas, peritel Indonesia harus memperhatikan desain dan kualitas produk yang dijualnya. “Produk-produk impor, cukup membanjiri pasar, namun dengan edukasi produk dalam negeri, saya yakin masyarakat Indonesia akan lebih mencintai produk dalam negeri,” tuturnya.

Dijelaskan, sebelumnya Furnimart sudah ada di Indonesia, namun karena sebelumnya hanya identik dengan satu merk yakni Olympic kurang berkembang. Melihat persaingan yang sangat ketat, kini Furnimart hadir kembali di Jawa Tengah dengan mengusung berbagai merk. “Tidak hanya produk Olympic saja yang bisa diperoleh konsumen, tetapi juga produk-produk lainnya, seperti Pro Design tersedia lengkap termasuk mebel untuk perkantoran,” jelas Santo yang ingin Furnimart berkembang di Jateng.

Saat ini di Jateng sudah ada 7 Furnimart, dank e depan akan terus ditambah. Furniture yang ada di Furnimart ini tidak hanya untuk membidik masyarakat menengah atas, tetapi juga masyarakat menengah ke bawah, dengan harga yang sangat terjangkau.

Secara terpisah Store Manager Mer Furniture Center Semarang yang juga salah satu Grup Furnimart Rollin Yodika mengatakan, hingga akhir tahun ini penjualan ditargetkan mencapai Rp 1,5 miliar. Khusus menjelang lebaran disediakan promo menarik harga mulai Rp 199.000. (tya/smu)