Lahan Perhutani Bisa untuk Bertani

240

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya mendorong pemanfaatan lahan milik Perum Perhutani agar bisa dijadikan sebagai lahan pertanian bagi para petani guna mewujudkan kedaulatan pangan.

“Simbiosis mutualisme seperti ini diharapkan bisa terus dilakukan dan kami akan mendorong dalam pemanfaatan serta pengintensifan lahan-lahan milik Perhutani,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Banyumas, kemarin.

Hal tersebut disampaikan Ganjar saat melakukan panen raya varietas padi jenis Inpago 5 di Desa Pakuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, yang menggunakan “integrated farming system” di lahan seluas 50 hektare milik Perum Perhutani.

“Integrated farming system” merupakan program sinergi antara Pemprov Jateng, Perum Perhutani, dan Universitas Gadjah Mada dalam rangka mendorong serta mendukung terwujudnya program kedaulatan pangan di Jateng melalui penerapan sistem pertanian terpadu di dalam kawasan hutan dan sekitar hutan.

Menurut Ganjar, jika “integrated farming system” ini dapat diintegrasikan di seluruh daerah maka akan banyak lahan Perum Perhutani yang bisa difungsikan untuk bercocok tanam. “Dalam penerapan sistem pertanian ini, secara ilmu pengetahuan dan pengadaan lahan sudah siap semua,” ujarnya didampingi Direktur Utama Perum Perhutani Mustoha Iskandar.

Ganjar mengungkapkan bahwa hasil panen padi yang menggunakan “integrated farming system” dengan sistem pengairan tadah hujan ini dapat mencapai 5-6 ton per hektare, sedangkan sebelumnya hanya sekitar 3 ton/hektare. Dalam kesempatan tersebut, Ganjar berpesan agar para petani ikut menjaga dan tidak merusak tanaman milik Perum Perhutani di sekitar lahan yang digunakan untuk menanam padi. (ric/smu)