Kenalkan 18 Model Kendaraan Niaga

345
VARIAN BARU : Para penari saat memperkenalkan salah satu varian truk Hino terbaru, kemarin. (Nurchamim/radar semarang)
VARIAN BARU : Para penari saat memperkenalkan salah satu varian truk Hino terbaru, kemarin. (Nurchamim/radar semarang)
VARIAN BARU : Para penari saat memperkenalkan salah satu varian truk Hino terbaru, kemarin. (Nurchamim/radar semarang)

SEMARANG – Pabrikan otomotif asal Jepang, Hino kembali membuat gebrakan dengan mengeluarkan 18 jenis kendaraan niaga varian terbaru dari Hino Series New Generation. Varian tersebut merupakan model terbaru Hino Ranger di wilayah Jateng dan DIY.

Commissioner Motors Sales Indonesia Toshiro Mizutani, mengatakan ke 18 model Hino Series yang diperkenalkan saat ini adalah separuh dari 36 model yang rencananya akan dipasarkan di Indonesia. Produk baru tersebut diharapkan bisa memperkuat penjualan Hino yang sebelumnya menjadi market leader kendaraan naiga khususnya jenis trailer, dump, mixer dan tronton. “Sejak 15 tahun terakhir kami menjadi market leader di Indonesia dengan market share 60-65 persen, ” katanya.

Walaupun menjadi market leader, di tahun lalu Hino sempat mengalami penurunan penjualan lantaran beberapa faktor yang mempengaruhi seperti politik, dan bencana alam. “Kondisi saat ini lebih baik jika dilihat dari sektor ekonomi dan politik. Perkiraan penjualan kita akan naik menjadi 34.500 ribu unit. Sementara di tahun lalu total penjualan sekitar 34 ribu unit untuk all product, yang terdiri dari Dutro dan Ranger,” tandasnya.

Executive Officer PT HMSI, Hassan Susanto, menambahkan jika Hino saat ini mendominasi truk golongan tiga, dengan market share mencapai 60 persen. Sedangkan untuk golongan dua (Truk colt diesel ) masih sekitar 13 persen. “Kontribusi yang paling besar masih di Jawa dan Bali, kemudian di Sumatera,Kalimantan dan diikuti oleh Indonesia bagian timur,”paparnya.

Untuk wilayah Jateng sendiri, Hino pun menjadi market leader di pasar penjualan truk. Di tahun lalu saja penjualan di Jateng mecapai 1.000 unit. Sementara di tahun ini, ada kenaikan target sebesar 10 persen dibandingkan tahun lalu. “Kontribusi secara nasional sekitar 5 persen. Tapi Jateng punya potensi yang besar sehingga target kita bisa memberikan kontribusi 10 persen untuk penjualan secara nasional,” pungkasnya. (den/ric)