RADARSEMARANG.ID, Surakarta – Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah (DEMA FATA) UIN Raden Mas Said Surakarta resmi meluncurkan program pengabdian masyarakat bertajuk "Tarbiyah Mengajar" Senin (23/2).
Perhelatan yang digelar dengan khidmat ini menjadi panggung kolaborasi besar antara DEMA FATA, DEMA Universitas, seluruh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) se-Fakultas Tarbiyah, hingga para mahasiswa umum yang memiliki jiwa pengabdian tinggi.
Implementasi Tri Dharma dan Revitalisasi Fungsi Masjid.
Ketua DEMA FATA UIN Raden Mas Said Surakarta Muhammad Farhan Haqiqi, dalam orasi pembukaannya menekankan bahwa program ini merupakan manifestasi konkret dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian masyarakat.
"Hari ini kita membuktikan bahwa ilmu Tarbiyah tidak boleh hanya terpenjara di dalam ruang kelas. Melalui 'Tarbiyah Mengajar', kita membawa teori ke dalam aksi nyata bagi warga sekitar kampus," tegas Farhan.
Program ini mengusung visi besar bertajuk "Masjid dan Tarbiyah", sebuah upaya untuk merevitalisasi peran masjid sebagai episentrum peradaban dan pusat edukasi, bukan sekadar tempat ibadah ritual.
Dengan metode pembelajaran yang segar dan interaktif pada materi BTQ, Fiqh, hingga Akhlak, mahasiswa diharapkan mampu menyuntikkan semangat baru bagi anak-anak di lingkungan masjid.
Satu hal yang menjadi sorotan dalam program tahun ini adalah sifatnya yang inklusif.
Sukarelawan yang terjun tidak hanya berasal dari jajaran pengurus organisasi mahasiswa (Ormawa), melainkan juga melibatkan mahasiswa umum dari berbagai prodi di Fakultas Tarbiyah.
Antusiasme yang luar biasa terlihat dari ketatnya proses seleksi. Dari total pendaftar yang membludak, panitia hanya meloloskan 55 sukarelawan terpilih, atau sekitar 35 persen dari total pelamar.
Para relawan ini nantinya akan disebar ke berbagai titik masjid di sekitar area kampus UIN Raden Mas Said Surakarta.
Acara pembukaan ini semakin berbobot dengan kehadiran Dr. Rustam Ibrahim, M.Si., yang memberikan motivasi sekaligus membuka rangkaian program secara resmi.
Rustam berpesan agar para mahasiswa menjadikan momen ini sebagai laboratorium sosial untuk mengasah kompetensi pedagogis dan empati.
Dukungan penuh juga mengalir dari Dekan Fakultas Tarbiyah. Pihak dekanat memandang inisiatif ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi fakultas di tengah masyarakat serta menjaga marwah almamater melalui pengabdian yang santun dan beradab.
Sebagai pamungkas, program ini direncanakan akan ditutup dengan panggung bakat dan perlombaan bagi anak-anak didik di masjid.
"Fokus utamanya bukan pada menang atau kalah, melainkan bagaimana kita membangun mental juara, keberanian, dan rasa percaya diri mereka sejak dini," pungkas Farhan.
Dengan dimulainya "Tarbiyah Mengajar", UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menegaskan perannya dalam mencetak calon pendidik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peka secara sosial.
Editor : Baskoro Septiadi