RADARSEMARANG.ID - Pendaftaran Beasiswa Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir masih terbuka lebar hingga 9 Mei 2025.
Ini adalah kesempatan emas bagi para pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri.
Melalui Kementerian Agama RI telah mengonfirmasi bahwa seleksi akan dilakukan melalui Computer-Based Test (CBT) dan wawancara.
Para calon mahasiswa diharapkan segera mempersiapkan dokumen dan mengikuti tahapan seleksi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Jadwal Seleksi Beasiswa Al Azhar 2025
Berdasarkan informasi yang dilansir dari Kementerian Agama Republik Indonesia, berikut tahapan seleksi yang harus diikuti oleh para pendaftar:
• Pendaftaran & Verifikasi Dokumen (1-9 Mei 2025)
• Pengumuman Lulus Verifikasi (10 Mei 2025)
• Simulasi CBT (16 Mei 2025)
• Pelaksanaan CBT (17 Mei 2025)
• Pengumuman Hasil CBT (18 Mei 2025)
• Wawancara (20-21 Mei 2025)
• Pengumuman Akhir (24 Mei 2025).
Perlu diketahui, calon peserta wajib mengunggah ijazah, kartu identitas, pasfoto, dan dokumen pendukung lainnya. Dalam simulasi CBT memberikan gambaran mengenai ujian berbasis komputer.
Kemudian materi ujian meliputi pengetahuan agama, bahasa Arab, dan pengetahuan umum. Sedang Tes wawancara, meliputi kemampuan komunikasi dalam bahasa Arab serta motivasi studi di Al-Azhar.
Cara Pendaftaran Beasiswa Al Azhar
Untuk mendaftar, calon peserta dapat mengakses laman resmi Kementerian Agama atau melalui portal Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (PUSIBA).
1. Kunjungi website resmi dan isi formulir pendaftaran.
2. Unggah dokumen yang diperlukan sesuai persyaratan.
3. Tunggu verifikasi sebelum mengikuti tahapan seleksi.
4. Ikuti ujian dan wawancara, lalu pantau pengumuman hasil seleksi.
Setelah peserta dinyatakan lolos seleksi nasional, nama mereka akan diajukan ke Markaz Tathwir Ta’lim At-Thullab Al-Wafidin wa Al-Ajanib. Lembaga ini merupakan otoritas resmi yang menangani mahasiswa asing di Universitas Al Azhar.
Tahapan berikutnya yang harus diikuti adalah Ikhtibar Tahdid Mustawa, sebuah ujian penentuan tingkat kemampuan bahasa Arab.
Namun, pemberkasan dan pendaftaran ke Universitas Al Azhar dilakukan secara mandiri oleh masing-masing calon mahasiswa. Artinya, setiap peserta harus mengurus dokumen dan persyaratan akademiknya sendiri.
Untuk informasi lebih lanjut, mulai dari teknis pendaftaran hingga persyaratan yang harus dipenuhi, bisa langsung mengakses laman resmi Kementerian Agama di diktis.kemenag.go.id/timteng12/2025.
Pastikan semua berkas sudah lengkap agar tidak ada kendala dalam proses administrasi.
Menurut Cemeela Syarifah Amaliah, salah satu calon peserta beasiswa, dirinya telah lama bercita-cita kuliah di Al-Azhar sejak menjadi santri di pondok pesantren.
"Universitas Al-Azhar tidak hanya mengajarkan ilmu keislaman, tetapi juga berbagai bidang ilmu lainnya," ujarnya seperti yang diberitakan.
Editor : Baskoro Septiadi