Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Sulit Tidur di Malam Hari, Begini Cara Mengatasinya

Nabella Elysia Anggreni • Minggu, 11 Agustus 2024 | 04:58 WIB
ilustrasi wanita korea
ilustrasi wanita korea

RADARSEMARANG.ID –  Sulit tidur di malam hari, bisa jadi salah satu pertanda bahwa Anda mengalami gejala insomnia. Gangguan ini umum dialami sebagian orang.

Insomia bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan berat badan cepat naik.

Penyebab insomnia beragam. Mulai masalah mental hingga kondisi medis yang penyebabnya bisa karena beberapa hal.

Baca Juga: Konsumsi Kopi Sebabkan Tekanan Darah Tinggi? Lihat Dulu Faktanya Disini

Pertama, stres, kedua, mengingat peristiwa trauma. Ketiga, perubahan kebiasaan tidur seperti menempati tempat baru, jetlag, dank arena konsumsi obat-obatan.

Nah, untuk mengatasi isomnia, berikut ada beberapa tips.

  1. Menghindari minum kopi pada malam hari.
  2. Menghindari makan dengan porsi besar, kafein, dan alkohol sebelum tidur.
  3. Melakukan aktivitas fisik, seperti berolahraga
  4. Tidur dan bangun di waktu yang konsisten setiap hari, termasuk di akhir pekan.
  5. Perbanyak minum air putih, minimal 2 liter per hari.
  6. Tidak merokok.
  7. Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.
  8. Tidak menggunakan gadget setidaknya 30 menit sebelum tidur.
  9. Menciptakan suasana kamar tidur yang nyaman, seperti meredupkan lampu kamar tidur, menggunakan penyejuk ruangan, dan lain-lain.
  10. Mandi air hangat sebelum tidur.

Baca Juga: Penderita Diabetes Wajib Tahu, Inilah 7 Buah dengan Kandungan Gula Tinggi yang Bisa Berbahaya Jika Dikonsumsi Berlebihan

Penanganan Insomnia dengan Akupunktur

Kombinasi antara penanganan dengan terapi obat dan non-obat pada insomnia dapat memberikan hasil yang lebih maksimal.

Secara farmakologi, sebagian besar tujuan pemberian obat hanya untuk mengurangi gejala, tetapi jika digunakan dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping yang cukup berbahaya seperti sedasi, dizziness, hipotensi ortostatik, dan depresi fungsi pernapasan.

Akupunktur telah terbukti secara klinis dapat berperan dalam menangani insomnia dengan efek samping minimal.

Baca Juga: Punya Gangguan Tidur? Ini Tips Mencegah Insomnia dan Mengoptimalkan Kualitas Tidur Anda

 

Tujuan terapi akupunktur untuk memperbaiki kualitas tidur sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup penderita, mengurangi onset terbangun di malam hari dan yang terpenting meminimalkan penggunaan obat-obatan.

Cara kerja akupunktur dalam mengatasi insomnia terutama dengan meningkatkan produksi beta endorfin yaitu senyawa kimia yang dapat memberikan rasa tenang, lebih berenergi dan bahagia, namun hal ini tidak menyebabkan ketagihan.

Terapi akupunktur dilakukan dua sampai tiga kali dalam seminggu sebanyak satu seri, dimana satu seri akupunktur terdiri dari 12 kali terapi. Berbagai metode dan modalitas terapi akupunktur yang dapat dilakukan yaitu akupresur, manual akupunktur, stimulasi listrik dan laserpunktur.

Dengan mengikuti petunjuk beberapa hal diatas tentu mudah bukan. Dan jika dilakukan secara berkelanjutan, tubuh akan terasa nyaman serta bugar agar terhindar dari insomnia. (bel)

Editor : Iskandar
#diabetes #akupunktur #tekanan darah tinggi #Insomania #gangguan tidur