Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Undip Ingin Bermanfaat Bagi Masyarakat

Muhammad Iqbal Amar • Kamis, 6 Juni 2024 | 16:49 WIB
Jajaran manajemen Jawa Pos Radar Semarang saat berdiskusi dengan Rektor Universitas Diponegoro Prof Suharnomo Rabu (5/6). M IQBAL AMAR/JAWQ POS RADAR SEMARANG
Jajaran manajemen Jawa Pos Radar Semarang saat berdiskusi dengan Rektor Universitas Diponegoro Prof Suharnomo Rabu (5/6). M IQBAL AMAR/JAWQ POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Universitas Diponegoro (Undip) bertekad bisa hadir di tengah-tengah masyarakat. Terutama konsen untuk mencapai nilai kebermanfaatan bagi masyarakat di Jawa Tengah.

Hal tersebut diungkapkan Rektor Undip Prof Suharnomo saat menemui jajaran manajemen Jawa Pos Radar Semarang yang dipimpin Direktur Baehaqi.

Turut hadir General Manager Iskandar, Manajer Bisnis Sugiyanto Wiyono, Manajer Keuangan Indah Fajarwati, Pemimpin Redaksi Pratono, Redaktur Pelaksana Rizal Kurniawan dan lainnya.

Obrolan juga dilanjutkan dengan talkshow selama 30 menit yang nanti akan disiarkan melalui Jawa Pos TV Jawa Tengah.

Obrolan dibuka dengan pembicaraan hangat seputar kesibukan Suharnomo yang baru saja dilantik sebagai rektor.

Ia bercerita, tepat setelah resmi bertugas sebagai rektor, langsung diminta duduk bersama mahasiswa oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip.

Langkah tersebut merupakan salah satu cara menyerap aspirasi seluruh elemen kampus yang selama ini menjadi uneg-uneg mahasiswa.

Baginya, hal itu mudah dilakukan karena selama menjadi Dekan FEB Undip kantornya sudah biasa didatangi mahasiswa.

"Mereka minta agar duduk sama rata, lesehan di karpet dalam menyampaikan aspirasi. Karena dulu saya juga aktivis sehingga tahu bagaimana rasanya dan saya juga menginginkan demikian," tutur Pakar Manajemen Sumber Daya Manusia itu.

Setelah bertugas menjadi rektor, langkah pertama yang dilakukan mantan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undip itu memperbaiki birokrasi kampus agar lebih transparan. Selain itu juga melakukan standarisasi fasilitas di setiap fakultas.

"Meski banyak fakultas yang sudah bagus tapi ada beberapa fakultas lainnya yang masih kurang. Kita petani satu-satu agar semua punya kualitas yang sama," ujarnya.

Pembicaraan semakin intens tatkala Baehaqi menyinggung soal isu kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) yang sempat ramai diperbincangkan publik.

Menariknya, Undip menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang tidak menaikkan dua hal itu.

Alih-alih menaikkan UKT, justru banyak mahasiswa yang setiap semesternya mengajukan permohonan penurunan UKT.

"Setiap semester itu ada lebih dari 3000 mahasiswa yang mengajukan permohonan. Setelah melalui diskusi kita memutuskan untuk tidak menaikkan biaya kuliah. Saya bisa membayangkan ditengah kondisi ekonomi yang masih sulit saat ini banyak orang tua yang merasa keberatan," ucap Suharnomo.

Sesuai dengan tagline ‘Undip Bermartabat, Undip Bermanfaat’, riset-riset yang dilakukan harus bermanfaat untuk rakyat. Hal itu juga telah direalisasikan di beberapa daerah pesisir Pantura dan wilayah Jepara.

Salah satunya upaya memberikan sumbangsih kepada masyarakat melalui program desalinasi dengan mengubah air payau menjadi air siap minum.

Di sisi lain juga bekerjasama dengan sejumlah kepala daerah untuk mengakomodir mahasiswa yang punya potensi dan kuliah terkendala biaya.

Bahkan saat ini Undip juga menyediakan kuota KIP-Kuliah yang jumlahnya melebihi dari yang ditetapkan pemerintah 20 persen.

"Di Jawa Tengah masih ada sekitar empat juta masyarakat di bawah garis kemiskinan. Kita akomodir mereka untuk masuk ke Undip secara gratis melalui KIP-Kuliah," tandasnya.

Sementara itu, Baehaqi mengucapkan selamat kepada Suharnomo yang tengah bekerja dan mengemban amanah sebagai rektor salah satu universitas terbaik di Indonesia.

Ia berkomitmen untuk menjembatani gagasan-gagasan barunya dalam memajukan Undip di masa mendatang melalui publikasi agar diketahui masyarakat secara luas.

"Saat ini Jawa Pos Radar Semarang fokus pada multiplatform. Tidak hanya cetak dan online tapi juga sudah merambah ke televisi," ucapnya.

Dijelaskan, Jawa Pos Radar Semarang merupakan salah satu media mainstream dengan kredibilitas yang tak perlu diragukan.

Radar Semarang menjadi salah satu media terbaik dari seluruh media di bawah naungan Jawa Pos group.

"Meski sempat mengalami kesulitan dalam media cetak, justru saat ini berkembang pesat merambah ke online dan televisi," jelasnya. (mia/ton)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#Rektor Undip Prof Suharnomo #UNDIP #Rektor Undip