RADARSEMARANG.ID, Semarang – Dosen Universitas Diponegoro memberikan solusi jangka panjang terhadap permasalahan sampah organik di Kelurahan Polaman, Mijen, Semarang.
Pengolahan sampah organik berbasis budidaya maggot atau BSF (Black Soldier Fly) ini merupakan bentuk nyata dari Program Iptek Bagi Desa Binaan (IDBU) Undip yang diketuai oleh Prof. Dr.nat.tech. Siswo Sumardiono, S.T., M.T serta dua anggota lainnya yaitu Hermawan Dwi Ariyanto, S.T., M.Sc., Ph.D. serta Rizka Amalia, S.T., M.T.
Sampah organik adalah jenis sampah yang berasal dari sisa-sisa organisme hidup atau material yang pernah hidup, yang secara alami dapat terurai menjadi bahan organik yang lebih sederhana oleh proses dekomposisi.
Secara sederhana sampah organik adalah sampah yang selalu dihasilkan setiap rumah tangga. Tingginya olahan sampah organik berpotensi mencemari lingkungan.
Pencemaran lingkngan ini semakin diperparah dengan kondisi masyarakat yang kesulitan dan kurang pemahaman dalam mengolah sampah organik. Hal serius inilah yang sedang dirasakan masyarakat Kelurahan Polaman, Mijen, Semarang.
Berdasarkan kondisi tersebut, Dosen Universitas Diponegoro melalui pendanaan Iptek Bagi Desa Binaan Undip (IDBU) memberikan Solusi jangka panjang yakni dengan mengolah sampah yang dihasilkan dari aktivitas perkebunan, pertanian, pondok pesantren, panti asuhan dan agrowisata untuk dijadikan bahan baku pembuatan pakan ternak, pakan ikan dan pupuk kompos melalui biokonversi maggot.
Dari usaha yang dilakukan, akan dihasilkan pakan ternak yang bisa dipakai oleh penduduk setempat sehingga bisa menghemat biaya pembelian pakan ternak yang semakin mahal serta dihasilkan kompos yang bisa dijual atau digunakan sendiri.
Solusi ini bisa menjadi opsi baru untuk pembuatan pakan ternak dan pupuk kompos secara mandiri sekaligus dapat mengatasi masalah penumpukan sampah organik yang hanya dibuang begitu saja dan berbahaya bagi lingkungan maupun kesehatan. Usaha ini sejalan dengan beberapa target SDGs (Sustainable Development Goals), yaitu poin 12 tentang Produksi dan Konsumsi yang Bertanggung Jawab, poin 15 tentang Menjaga Ekosistem Darat, poin 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, serta poin 8 mengenai Pekerjaan yang Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Apabila usaha budidaya maggot untuk mengelola sampah organik dapat dijalankan maka masalah sampah organik di Kelurahan Polaman dapat teratasi, selain itu dampak lain yang dapat dimanfaatkan melalui budidaya maggot yakni pembuatan pakan ternak dan pupuk kompos.
Hasil produk berupa pakan ternak yang bisa digunakan sendiri juga akan menciptakan green circular economy dalam proses pembuatan pakan ternak yang berkelanjutan dan tepat guna. Selain itu, hasil pupuk kompos yang dapat dijual akan dapat meningkatkan pendapatan penduduk setempat.
Dengan demikian, pengolahan sampah organic melalui biokonversi maggot dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kelurahan Polaman.melalui budidaya maggot atau BSF (Black Soldier Fly).
Hadi Priyanto, S.E selaku Lurah Polaman Mijen, Semarang mengaku senang dengan adanya bantuan yang diberikan, sehingga proses pengolahan sampah organik berbasis maggot dapat menjadi solusi terhadap permaslahan sampah khususnya di Kelurahan Polaman, disisi lain output maggot bisa diolah sedemikian rupa menjadi potensi - potensi berdaya saing tinggi.
Hal yang sama diungkapkan oleh Haryono Ketua Bank Sampah Polaman Resik Sejahtera, ia mengaku dengan adanya bantuan ini dapat membantu penguraian sampah organik secara efisien. Ia juga berharap mampu terus bekerja sama dengan Universitas Diponegoro dalam usahanya baik dari segi penelitian maupun pengembangan.
Selain sebagai bentuk kerjasama antar program studi dengan masyarakat luas, pengabdian juga merupakan wujud tanggung jawab seluruh civitas akademika dalam menyongsong Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat.
Tim pengabdian berharap dengan adanya aksi budidaya maggot atau BSF (Black Soldier Fly) ini dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menangani sampah organik dan dimanfaatkan sepenuhnya di berbagai bidang seperti potensi produksi pupuk organik serta pakan ternak yang diharapkan dapat menambah solusi lain dalam hal perekonomian. (sls/web/bas)
Editor : Baskoro Septiadi