RADARSEMARANG.ID, Dewi Kartika Sari baru saja menerima nominasi Guru TK Inovatif se-Jawa Tengah.
Perjuangannya mencerdaskan anak-anak penerus bangsa ini memang patut di apresiasi.
Mengambil tema budaya literasi, Dewi mengajak orang tua murid untuk ikut serta dalam mengasah pengetahuan anaknya.
Melalui karyanya inilah, Dewi bisa terpilih menjadi nominasi Guru TK Inovatif.
Ia mengakui guru masa kini mempunyai banyak tantangan. Salah satunya adalah perkembangan teknologi yang semakin gencar. Anak-anak lebih memilih gadget dibanding membaca buku.
"Saya mengambil tema budaya literasi. Yaitu mengajak orang tua murid untuk membuat cerita buku sederhana secara bersama-sama," kata Dewi saat ditemui di TK YGWS Semarang.
Kegiatan membuat alur cerita ini sebagai sebagai upaya peningkatan budaya literasi dan minat baca.
Khususnya di TK YGWS. Untuk meningkatkan budaya literasi di sekolah, harus diawali dari lingkungan keluarga dahulu. Ia membuat sebuah karya Cinta Buta.
"Kalau cinta buta itu akronim dari cinta dan cipta buku cerita," akunya.
Untuk waktu tempuh yang digunakan untuk membuat video pembelajaran ini sekitar satu bulan.
Dewi berpesan sebagai guru masa kini. Rekan-rekan guru lainnya juga harus pandai beradaptasi dengan teknologi.
Metode pembelajaran harus edukatif tapi juga menyenangkan. Terlebih bagi pengajar anak usia dini.
Menurutnya memahami gaya belajar dan karakteristik anak didik menjadi hal yang sangat penting.
"Jadi guru itu tidak mudah. Tantangannya kita harus tahu karakteristik anak. Khususnya anak usia dini yang tentunya berbeda-beda, kita harus memahami gaya belajar dan karakteristik anak," tambahnya. (kap/fth)
Editor : Tasropi