RADARSEMARANG.ID, Semarang - Universitas Negeri Semarang (Unnes) kembali mengukuhkan enam profesor baru pada Rabu (18/10) di Auditorium Prof Wuryanto.
Mereka adalah para ilmuwan yang karya dan hasil inovasinya telah diakui secara nasional dan internasional.
Kehadiran mereka memberi dampak konstruktif karena akan meningkatkan kualitas akademik, penelitian, dan inovasi UNNES sebagai perguruan tinggi bereputasi dunia.
Rektor Unnes Prof Dr S Martono, MSi, mengaku bangga atas bertambahnya guru besar di kampus berwawasan konservasi itu.
Ia berharap para profesor dapat menjadi inspirasi mahasiswa, terus berkontribusi dalam riset, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan.
“Ini adalah bagian dari komitmen Unnes dalam mengakselerasi kualitas pendidikan tinggi dan pengembangan ilmu pengetahuan,” ungkap Prof Martono.
Guru besar yang baru saja dilantik yakni Prof Dr Dr Wardono, MSi (FMIPA). Dia merupakan guru besar bidang ilmu pengembangan pembelajaran matematika.
Prof Wardono merupakan penulis 51 artikel ilmiah di jurnal dan prosiding internasional bereputasi terindeks Scopus Q4-Q1.
Berkat keahliannya, Prof Wardono kerap diundang menjadi narasumber pelatihan pembelajaran matematika yang inovatif dan kreatif bagi guru di berbagai jenjang pendidikan.
Kemudian Prof Dr Sugianto, MSi (FMIPA). Guru besar bidang ilmu fisika material elektronik. Prof Sugianto lebih dikenal sebagai sosok peneliti yang kritis dan produktif.
Puluhan penelitian berhasil ia publikasikan. Kecintaan Prof Sugianto pada bidang ilmu fisika diwujudkannya melalui berbagai inovasi yang telah ia kembangkan.
Berikutnya Prof Dr Harry Pramono, MSi. Guru besar bidang manajemen pendidikan jasmani (FIK).
Ia menginisiasi solusi pembelajaran melalui Case Method dan Problem Based Learning yang telah terbukti efektif dalam mendukung pengembangan pemikiran kritis, analitis, serta penerapan konsep dalam kehidupan bermasyarakat.
Keempat Prof Dr Lisdiana, MSi (FMIPA). Guru besar bidang ilmu anatomi fisiologi dan perilaku manusia.
Dengan memanfaatkan kekayaan lingkungan, Prof Lisdiana menemukan inovasi baru melalui pemanfaatan kandungan vitamin C dan antioksidan pada kulit rambutan sebagai agen pengeliminir kerusakan organ akibat nikotin, khususnya paparan asap rokok dan vape. Ia berharap temuannya dapat membantu me-recovery kerusakan organ pada para pecandu.
Kelima Prof Dr Hari Bakti Mardikantoro, MHum (FBS). Guru besar bidang ilmu Sosiolinguistik. Sebagai profesor ilmu sosiolinguistik, banyak penelitian telah dilakukan oleh Prof Hari, baik pada bidang Sosiolinguistik maupun Analisis Wacana Kritis.
Tulisannya telah dimuat di berbagai jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi.
Keenam Prof Dr Tjaturahono Budi Sanjoto, MSi. Guru besar bidang geografi lingkungan. Melalui buah pemikirannya, Prof Tjatur berhasil menerbitkan berbagai artikel ilmiah di jurnal nasional maupun internasional. (den/web/zal)
Editor : Baskoro Septiadi