Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Metode Field Trip, Alternatif Belajar yang Asyik

Tasropi • Rabu, 5 Juli 2023 | 00:00 WIB

Fajriyatun Nurohmah, S.Pd
Fajriyatun Nurohmah, S.Pd

RADARSEMARANG.ID, Metode field trip yaitu cara pembelajaran yang dijalankan dengan melakukan perjalanan atau mengajak peserta didik ke suatu daerah tertentu,

untuk mendapatkan suatu objek tertentu yang berada di luar sekolah atau tempat belajar dengan mempelajari atau mengamati dan menyelidi sesuatu (Rahayu, 2016:149).

Contohnya untuk mengetahui pencemaran lingkungan peserta didik diajak melakukan kunjungan ke daerah sekitar sekolah yang lingkungannya tercemar limbah pabrik.

Untuk mempraktikkan kemampuan bahasa Inggris peserta didik diajak ke tempat wisata yang berpengunjung sebagian besar wisatawan luar negeri.

Untuk membuat patung dalam pembelajaran SBdP materi pembuatan dan jenis patung peserta didik diajak ke tempat pembuatan patung, dan sebagainya.

Asmani (2011) menyatakan metode field trip bukan sekadar rekreasi, tetapi metode ini dilakukan dengan belajar atau memperdalam suatu materi dengan melihat dan membuktikan sendiri kenyataannya.

Dalam metode ini peserta didik diajak belajar di luar kelas dengan panduan dan tugas tertulis dari guru.

Kunci metode ini adalah adanya petunjuk dan uraian tugas yang jelas dari guru sehingga kegiatan yang dilaksanakan di luar kelas dapat berjalan sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Guru harus mendesain pebelajaran yang mampu membangkitkan semangat belajar dan memancing rasa ingin tahu peserta didik dengan memperhatikan waktu dan objek yang dituju.

Jangan sampai kegiatan field trip hanya menjadi kunjungan semata tanpa memperoleh sesuatu yang bermakna bagi peserta didik.

Yang harus diperhatikan guru dalam metode field trip antara lain pertama, menganalisis kesesuaian objek belajar dengan tujuan pembelajaran sehingga peserta didik memperoleh pembelajaran yang bermakna.

Kedua, menentukan sumber dan objek belajar tempat tujuan field trip. Ketiga, memperhatikan kesesuaian dan keterjangkauan lokasinya. Keempat, mendesain rencana kegiatan.

Dan kelima melakukan analisis kegiatan yang meliputi kesesuaian tujuan, hambatan-hambatan, dan ketercapaian program.

Langkah-langkah untuk mewujudkan field trip yang menyenangkan menurut Sanders (2008) adalah pertama, determine goals and objectives (menentukan tujuan dan sasaran utama).

Inti dari metode field trip adalah tujuan. Oleh karena itu tujuan dan sasaran utama objek belajar tertentu harus ditentukan terlebih dahulu oleh guru. Kedua, explore all options (menjelajah semua pilihan).

Guru mendesain kegiatan-kegiatan apa saja yang harus dilakukan selama berada di objek belajar.

Ketiga, create your itinerary (membuat rencana perjalanan). Rencana perjalanan yang merupakan panduan urutan rangkaian kegiatan dan waktu kegiatan menjadi hal yang sangat penting.

Rencana tersebut dapat berupa buku panduan yang berisi waktu kegiatan, peraturan, serta tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik selama kunjungan.

Agar pelaksanaan field trip efektif, kelas dibagi dalam kelompok-kelompok kecil sehingga peserta didik terdorong untuk bekerja sama dengan peserta didik lain. Daftar kelompok kecil ini dapat dicantumkan dalam buku panduan yang sudah dibuat.

Keempat, check your checklist (memeriksa daftar cek). Checklist yang berisi daftar nama peserta didik dan aktivitas-aktivitas yang harus dilakukan oleh peserta didik.

Dipergunakan oleh guru untuk mendampingi peserta didik dan memastikan bahwa pembelajaran di luar kelas telah sesuai dengan perencanaan.

Kelima, follow-up in the classroom (tindak lanjut di kelas). Usai field trip guru dapat mengajak peserta didik kembali ke kelas dan melaksanakan kegiatan tindak lanjut dengan cara membahas tugas yang dikerjakan peserta didik.

Melaksanakan diskusi kelompok, mengoreksi tugas yang sudah dikerjakan oleh peserta didik, maupun memberikan tugas tambahan bagi pengembangan materi yang ditemukan siswa di luar kelas. (pf/lis)

 

Oleh : Fajriyatun Nurohmah, S.Pd

Guru SDN Beningan, Kec. Candimulyo, Kabupaten Magelang

Editor : Agus AP
#Kecamatan Candimulyo #Guru SDN Beningan #Fajriyatun Nurohmah #Metode Field Trip #Kabupaten Magelang #Alternatif Belajar