Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Guru SMKN 2 Semarang Beri Soal lewat Konten Tik Tok, Picu Semangat Belajar

Agus AP • Minggu, 12 Februari 2023 | 17:58 WIB
Ema Charolina Paembonan
Ema Charolina Paembonan
RADARSEMARANG.ID - Seiring berkembangnya teknologi, cara guru menyampaikan materi juga turut bertransformasi. Salah satunya melalui media sosial (medsos). Seperti Instagram, Tik Tok, dan Youtube. Kini banyak pengajar yang membagikan video pembelajaran melalui medsos.

Bagi Ema Charolina Paembonan, guru SMKN 2 Semarang, media pembelajaran perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman. Terlebih di era medsos seperti sekarang ini.

Ema pun mencoba berkreasi dengan memanfaatkan medsos Tik Tok untuk memicu semangat belajar anak didiknya. Berdasarkan pengalamannya selama ini, Tik Tok cukup efektif.

Melalui Tik Tok, banyak manfaat yang dirasakan. Tidak hanya untuk kalangan siswanya sendiri, namun juga menjangkau orang banyak. "Tanggapan soal BBM misalnya. Jadi tidak terbatas ke siswa sendiri tapi masyarakat umum," ujarnya pada Jawa Pos Radar Semarang.

Kontennya yang pertama kali viral yakni saat mengunggah video guru dan siswa menari bersama. Sejak kala itu followers guru mata pelajaran Akuntansi ini meningkat. Kini sudah mencapai 30 ribu pengikut. Sedangkan untuk komentar biasanya sekitar 10 ribu.

Selain konten hiburan, ia biasanya mengunggah video materi pembelajaran tentang perekonomian. Di antaranya akuntansi, perpajakan, terkadang soal kewirausahaan dan pemasaran secara online.

Agar lebih efektif, Ema juga memberikan tugas lewat Tik Tok. Bahkan siswa juga bisa menjawab melalui media sosial ini. Menurutnya, cara ini bisa mendekatkan dan membuat siswa suka dengan guru.

Jika gurunya gaul dan mengikuti perkembangan zaman, hal itu bakal berdampak pada semangat siswa. Mereka bakal lebih terpacu mengikuti pelajaran. Ema mengklaim pembelajaran via Tik Tok tak menurunkan prestasi siswa. “Nilai pun tak terganggu, tetap stabil,” katanya.

Anak-anak menjadi tidak boring. Cara ini, kata Ema, juga mendukung kurikulum merdeka. Kadang setelah selesai mengerjakan soal, Ema memberi waktu 10 menit ice breaking, seperti membuat video Tik Tok.

“Terbukti cara ini membuat semangat," ucap pemilik akun Tik Tok Bu Guru Happy @buguruhappy ini.

 

Meski begitu, Ema tak memungkiri pembelajaran via Tik Tok ada sisi negatifnya. Ada beberapa konten yang kurang pantas untuk siswa muncul di beranda. Seperti konten yang memperlihatkan aurat, tampil seksi, dan lainnya.

Dari situ, Ema mencoba memberikan edukasi, meskipun bebas dalam berekspresi tetap ada batasan yang bisa ditonton dan tidak. Ada etika dan moral. Di sisi lain, ia pun kerap mendapat komentar miring.

"Ada netizen yang komentar gurunya Tik-tok-an mulu ngajarnya kapan. Tapi yang support lebih banyak dibanding julid. Saya pikir mereka berkembang di zaman era digitalisasi," ucapnya sambil tersenyum.

Diakuinya, di awal membuat konten Tik Tok, ia menuai pro dan kontra. Ada dari kalangan guru sendiri. Bahkan pihak sekolah sempat tidak setuju. Ema pun beerupaya menjelaskan mengenai pemanfaatan Tik Tok sebagai media pembelajaran.

"Akhirnya setelah paham, kepala sekolah dan guru mendukung, sekarang bangga karena saya sudah lebih terkenal. Kan pengaruh juga untuk sekolah," imbuh wanita 40 tahun ini.

Adanya perkembangan zaman ini, ia berharap kepala sekolah mendukung guru bermain Tik Tok. Namun bukan sekadar hiburan, lebih ke edukasi pendidikan. (ifa/zal) Editor : Agus AP
#guru SMKN 2 Semarang #Instagram #tik tok #Medsos #Ema Charolina Paembonan #SMKN 2 Semarang #Youtube