Kepala SDN Gedawang 01 Lailiyati mengatakan, kegiatan pilah sampah ini dilakukan kelas satu hingga kelas enam pada Selasa (12/7). Selain itu, pilah sampah ini merupakan bagian dari sekolah ramah anak.
“Siswa SD ini rentan membuang sampah sembarangan. Jadi pada kegiatan ini kita barengkan dengan kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Siswa diberikan pemahaman untuk membedakan mana sampah organik dan anorganik,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Pembelajarannya pun mudah yakni dengan memberikan sampah pada siswa. Kemudian mereka membuangnya di tempat sampah yang telah disediakan. Lalu untuk sampah yang bisa didaur ulang akan dikumpulkan dan diberikan ke pengepul. “Anak-anak ini merupakan generasi emas. Kalau kita tanamkan pemilahan sampah sejak dini mereka akan disiplin dalam mencintai lingkungan,” tambahnya.
Sementara Guru Pamateri MPLS SDN Gedawang 01 Maria Suprihardjati mengatakan, siswa mengikuti kegiatan dengan antusias. Selain kegiatan pilah sampah, nantinya di kelas empat siswa akan diajarkan membuat kerajinan dari sampah. Seperti membuat bunga dari sampah plastik dan boneka dari bekas botol minuman. “Kita berikan dasarnya dulu. Nanti kalau sudah kelas empat siswa akan diberikan tugas untuk membuat kerajinan dari sampah,” akunya.
Ia menambahkan hasil kerajinan akan dipamerkan kepada wali murid saat pengambilan raport. “Dari kita untuk kita inilah yang kami terapkan. Jadi kita buat kerajinan bukan untuk dijual ke orang luar tapi untuk wali siswa. Tujuannya agar mereka bisa menghargai karya anak-anaknya,” pungkasnya. (kap/ida) Editor : Agus AP